Dokter di China Meninggal Usai Tangani Pasien Virus Corona

CNN Indonesia | Selasa, 28/01/2020 16:55 WIB
Liang Wudong, salah satu dokter yang menangani virus corona sejak awal penyebarannya, dilaporkan meninggal setelah menangani pasien-pasien yang terinfeksi. Dokter di China dinyatakan tewas terinfeksi virus corona saat menangani pasien. (Foto: (AP Photo Emily Wang))
Jakarta, CNN Indonesia -- Liang Wudong, salah satu dokter yang menangani virus corona sejak awal penyebarannya, dilaporkan meninggal setelah menangani pasien-pasien yang terinfeksi.

Media pemerintah China melaporkan Liang, dokter yang bertugas di Departemen THT Hubei Xinhua Hospital meninggal setelah terinfeksi virus corona pada Sabtu (25/1) lalu di usia 62 tahun.

Koran People's Daily dan China Global Television Network, menyebut Liang sebagai dokter yang berada di garda terdepan dalam menangani virus corona sejak awal kemunculannya terjadi sekitar Desember lalu.




Kasus penyebaran virus corona pertama kali dikonfirmasi pada 31 Desember lalu. Wabah virus corona diduga pertama menyebar dari pasar ikan dan hewan yang berada di tengah kota Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei.

Virus itu kemudian menyebar sejak 8 Desember 2019 hingga saat ini. Sejak itu, dokter-dokter di China, terutama di Wuhan, kewalahan menangani pasien yang terinfeksi.

Beberapa laporan media lokal China bahkan menyebut bahwa dokter-dokter di Wuhan sampai harus memakai popok dewasa lantaran kewalahan menangani pasien virus corona dan tak sempat pergi ke toilet.

Hingga Selasa (28/1), jumlah korban meninggal dunia akibat virus corona di China mencapai 106 orang.

[Gambas:Video CNN]

Jumlah warga di Negeri Tirai Bambu yang terinfeksi virus tersebut naik drastis menjadi 4.500 orang. Di Provinsi Hubei, sebanyak 24 orang dilaporkan meninggal, dan 1.291 terinfeksi virus corona.

Virus yang menginfeksi saluran pernapasan akut seperti pneumonia itu menebar kekhawatiran global karena dinilai sangat mirip dengan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang pada 2002-2003 menewaskan ratusan orang di China dan Hong Kong.

Selain di China, kasus infeksi virus corona juga terdeteksi di Kanada, Amerika Serikat, Prancis, Sri Lanka, Thailand, Taiwan, Vietnam, Korea Selatan, Nepal, Singapura, Australia, Malaysia, Jepang, Kamboja, dan Jerman.

Sejumlah negara telah mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya ke China. Mereka juga berencana mengevakuasi warganya dari Negeri Tirai Bambu dalam waktu dekat.

Sementara itu, Indonesia menunggu sinyal dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengevakuasi WNI dari China. Sejauh ini, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan imbauan perjalanan ke China. (rds/evn)