Cegah Virus Corona Masuk, Rusia Tutup Perbatasan dengan China

CNN Indonesia | Kamis, 30/01/2020 18:33 WIB
Rusia telah menutup perbatasan dengan China untuk mencegah penyebaran virus corona yang hingga kini telah menewaskan 170 orang di Negeri Tirai Bambu. Ilustrasi. Rusia menutup perbatasan dengan China untuk menghalau penyebaran virus corona. (Foto: AP Photo/Fu Ting)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rusia telah menutup perbatasan dengan China untuk mencegah penyebaran virus corona yang hingga kini telah menewaskan 170 orang di Negeri Tirai Bambu.

Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishutin mengatakan dalam rapat kabinet bahwa perintah untuk "menutup perbatasan dengan China telah ditandatangan".

"Kami harus melakukan semua hal untuk melindungi warga kami," kata Mishutin pada Kamis (30/1).


Selain menutup perbatasan, Kementerian Luar Negeri Rusia juga memaparkan akan berhenti menerima visa elektronik warga China yang ingin berkunjung ke Negeri Beruang Merah. 

Visa elektronik itu memang bisa digunakan warga China untuk masuk ke sejumlah wilayah di barat Rusia.

Pemerintahan Presiden Vladimir Putin juga meminta warga Rusia untuk tidak berpergian ke China untuk sementara waktu. Bagi warga Rusia yang telah berada di China diminta untuk menghubungi kedutaan besar di Beijing.

Dikutip AFP, Rusia hingga kini memang belum menemukan kasus virus corona di negaranya. Meski begitu, pemerintah Rusia menuturkan telah membentuk tim kerja untuk mencegah kemungkinan penyebaran virus corona ke negaranya.

[Gambas:Video CNN]

Kasus penyebaran virus corona pertama kali dikonfirmasi pada 31 Desember lalu. Wabah virus corona diduga pertama kali menyebar dari pasar ikan dan hewan yang berada di tengah Kota Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei.

Sejauh ini, lebih dari 6.000 orang terkena virus korona di China dan per hari ini, korban meninggal di Negeri Tirai Bambu akibat virus itu bertambah menjadi 170 orang.

Virus ini juga sudah menyebar ke belasan negara seperti Kanada, Amerika Serikat, Prancis, Sri Lanka, Thailand, Taiwan, Vietnam, Korea Selatan, Nepal, Singapura, Australia, Malaysia, Jepang, Kamboja, dan Jerman.

Kasus terbaru ditemukan di Finlandia, Uni Emirat Arab, India, dan Filipina.

Selain Rusia, sejumlah negara juga telah mengeluarkan larangan dan imbauan perjalanan ke China. Amerika Serikat bahkan melarang warga China berkunjung ke Negeri Paman Sam untuk sementara waktu. (rds/evn)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK