China Minta RI Tak Panik Tanggapi Kedatangan Siswa dari Wuhan

CNN Indonesia | Jumat, 07/02/2020 10:46 WIB
China menyebut kepanikan warga Indonesia terhadap ratusan WNI yang baru dipulangkan dari Wuhan adalah sikap yang berlebihan dan tidak penting. Evakuasi WNI dari Wuhan, China akibat virus corona. (Indonesian Foreign Ministry via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- China menyebut kepanikan warga Indonesia terhadap ratusan WNI yang baru dipulangkan dari Wuhan adalah sikap yang berlebihan dan tidak penting.

"Kami mendengar bahwa sebagian warga Indonesia merasa panik terhadap sekelompok pelajar yang baru datang dari China. Tindakan ini sangat tidak perlu," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying dalam jumpa pers rutin di Beijing pada Kamis (6/2).

"Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menegaskan bahwa virus corona 2019-nCoV bukan lah sebuah pandemi atau wabah," ujarnya menambahkan.


Ada sekitar 238 WNI yang dijemput dari Wuhan, China, dan kini tengah dikarantina untuk diobservasi di Natuna. Karantina dimulai sejak Sabtu lalu (1/2).


Selain 238 orang, ada pula puluhan orang lainnya yang turut dikarantina. Mereka adalah tim penjemput ke Wuhan, China serta kru Batik Air. Dengan demikian, jumlah WNI yang dikarantina di Natuna sebanyak 285 orang.

Pemulangan ratusan WNI dari Wuhan itu sempat memicu protes dari warga, terutama warga Natuna, yang khawatir akan terpapar virus corona. Namun, pemerintah RI menjamin seluruh WNI yang dievakuasi dari Wuhan kemarin dalam keadaan sehat dan negatif corona.

[Gambas:Video CNN]

Hua berharap setiap negara dan masyarakatnya dapat melihat situasi penyebaran virus corona ini dengan sikap yang tenang, rasional, berbasis ilmu pengetahuan, dan tidak termakan desas-desus atau bereaksi berlebihan.

Sebelumnya, China melalui duta besarnya di Jakarta, Xiao Qian, juga menyatakan kebijakan pemerintah Indonesia yang menyetop seluruh penerbangan dari dan menuju China terlalu berlebihan.

Laporan sejumlah media menuturkan Xiao menganggap langkah itu bisa berdampak negatif pada perdagangan, investasi, dan pergerakan orang antara kedua negara.

Selain menghentikan penerbangan, pemerintah Indonesia juga menghentikan pemberian bebas visa kunjungan dan visa on arrival untuk warga China yang ingin berkunjung ke Tanah Air.


Pemerintah bahkan membatasi impor barang dari Negeri Tirai Bambu sebagai perluasan upaya pencegahan penyebaran virus serupa SARS itu.

Per Jumat (7/2) ini, korban meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona di Provinsi Hubei, China, bertambah menjadi 618 orang. Total kematian akibat virus ini di seluruh dunia mencapai 636 orang.


Komisi Kesehatan China seperti dilansir AFP mencatat kasus infeksi virus corona saat ini meningkat menjadi 22.112 di Provinsi Hubei atau bertambah 3.143 kasus baru. Sekitar 15.804 orang dengan 841 diantaranya dalam kondisi kritis dalam perawatan intensif di rumah sakit.

Total kasus infeksi virus corona di China sejauh ini mencapai 31.161. Lebih dari 4.800 penderita saat ini dalam kondisi butuh perawatan serius. (rds/dea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK