Covid-19, Nama Baru Wabah Virus Corona

CNN Indonesia | Rabu, 12/02/2020 02:13 WIB
Covid-19, Nama Baru Wabah Virus Corona WHO mengumumkan nama baru virus corona yakni Covid-19. (Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan nama resmi baru untuk virus corona yakni Covid-19.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus di hadapan awak media di Jenewa mengatakan nama itu dipilih untuk menghindari stigma terhadap ras tertentu, lokasi geografis, atau spesies hewan.

"Kami sekarang mmemiliki nama untuk penyakit ini [virus corona] yaitu Covid-19," jelas Ghebreyesus disela konferensi ilmiah internasional di Jenewa.


Mengutip AFP, Covid-19 merupakan singkatan dari 'co' yang merujuk pada virus corona, 'vi' yang merupakan sebutan untuk virus, dan 'd' yang berarti penyakit (disease).

WHO sebelumnya memberi nama sementara virus corona dengan sebutan 2019-nCoV. Sementara Komisi Kesehatan Nasional China pekan ini mengatakan sementara akan menggunakan nama novel coronavirus pneumonia atau NCP.

Ia mengungkapkan kemungkinan opsi pemberian vaksin untuk memerangi penyebaran virus corona sebagai peluang realistis. Tak hanya itu, ia juga membantah jika WHO dinilai tak berdaya menghentikan penyebaran virus corona.

[Gambas:Video CNN]

"Kita harus menggunakan peluang saat ini untuk melawan virus corona dari semua sisi. Jika tiak, kita bisa mencatat lebih banyak kasus dan butuh biaya lebih besar untuk menanganinya," ucapnya.

Hingga Selasa (11/2) wabah virus corona dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.000 orang. Sebagian besar di China, sementara dua korban lainnya di Hong Kong dan Filipina.

Jumlah orang yang terinfeksi virus corona di seluruh dunia sampai hari ini tercatat mencapai 42,500 orang.

Sampai saat ini di Provinsi Hubei yang menjadi pusat wabah virus corona tercatat ada 974 orang yang meninggal akibat terinfeksi. Sebanyak 103 orang di antaranya meninggal kemarin.

Lebih dari 25 ribu penduduk Hubei dirawat akibat virus corona. Dari jumlah itu ada 1,298 berada dalam kondisi kritis. (AFP)