AS Langsung Karantina Ratusan Penumpang Diamond Princess

CNN Indonesia | Selasa, 18/02/2020 03:41 WIB
AS Langsung Karantina Ratusan Penumpang Diamond Princess Kapal pesiar Diamond Princess (Kenzaburo Fukuhara/Kyodo News via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Amerika Serikat memutuskan untuk mengarantina lebih dari 300 warga negaranya di Pangkalan Udara Travis di California bagian utara dan Pangkalan Udara Lackland di Texas. Jumlah itu menambah 200 orang yang telah dikarantina di California terkait virus corona.

Mengutip Associated Press, mereka yang dikarantina merupakan penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang sempat menepi di Jepang. Mereka lalu dijemput dengan pesawat yang dicarter Pemerintah AS.

"Kami senang karena bisa pulang. Tetapi akan lebih mengecewakan karena kami akan dikarantina lagi dan mungkin tidak senyaman berada di kapal pesiar Diamond Princeess ," ucap seorang warga AS Cheryl Molesky, Selasa (18/2).


Ratusan warga AS itu akan dikarantina selama 14 hari di pangkalan militer. Mereka tidak boleh langsung pulang ke rumah masing-masing.

Dengan demikian, mereka terhitung bakal menjalani karantina selama 4 pekan karena sebelumnya telah dikarantina di Jepang selama 14 pekan.

Pemerintah AS juga menemukan 14 warga negaranya yang ternyata positif terinfeksi virus corona. Mereka terbang dengan pesawat bersama ratusan orang lainnya dari Jepang.

[Gambas:Video CNN]
Direktur Institut Alergi dan Infeksi Lembaga Kesehatan Nasional AS, Dr. Anthony Fauci mengatakan kala itu, mereka diperbolehkan naik pesawat yang sama karena tidak ditemui gejala virus corona saat diperiksa. Tak seperti ketika ada 40 WN Amerika Serikat yang terdeteksi lalu tidak diperkenankan menaiki pesawat.

"Orang-orang ini dipindahkan dengan cara paling cepat dan aman ke area pengurungan khusus pada pesawat evakuasi. Mereka diisolasi sesuai dengan protokol standar," kata Kemlu AS dalam pernyataan bersama dengan Kementerian Kesehatan dan Pelayanan Kemanusiaan.

Virus novel corona telah mengakibatkan ribuan korban jiwa sejak pertama kali muncul di Wuhan, China. Sejauh ini, telah ada lebih dari 600 ribu orang terinfeksi dan 1.770 orang di antaranya meninggal dunia akibat virus tersebut.

Di Amerika Serikat sendiri ditemukan 14 kasus virus corona. Seorang warga negara AS ada yang meninggal dunia di China usai terjangkit virus corona.
(bmw/bmw)