RI Keluhkan Jepang Minim Info Karantina di Kapal Pesiar

CNN Indonesia | Selasa, 18/02/2020 15:37 WIB
RI Keluhkan Jepang Minim Info Karantina di Kapal Pesiar Menlu Retno Marsudi mengeluhkan sikap Jepang yang minim info karantina di kapal pesiar Diamond Princess. (Foto: CNNIndonesia/Natalia Santi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia mengeluhkan sikap Jepang yang minim dalam memberikan informasi perkembangan situasi dan kondisi kru serta penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang masih dalam masa karantina virus corona.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menuturkan dia telah beberapa kali bertemu dengan Dubes Jepang di Jakarta, Masafumi Ishii. Dalam pertemuan tersebut, Retno memastikan rencana Tokyo usai proses karantina di perairan Yokohama berakhir besok, 19 Februari.

"Sebelum saya ke sini, saya kembali melakukan pertemuan dengan Dubes Jepang untuk melanjutkan diskusi yang sudah kami lakukan sebelumnya, (salah satunya) saya meminta informasi lebih detail mengenai rencana Jepang setelah tanggal 19 Februari besok," kata Retno kepada wartawan di kantornya di Jakarta, Selasa (18/2).


"Permintaan informasi ini saya sampaikan mengingat info yang diperoleh sampai saat ini masih cukup terbatas," ucapnya menambahkan.

Kepada Ishii, Retno juga mengatakan Indonesia meminta Jepang memperhatikan lebih seksama kondisi kesehatan para kru kapal yang masih berada di perairan Yokohama, termasuk 78 WNI.

Ia juga meminta Jepang memastikan agar perusahaan kapal pesiar itu dapat menjamin hak-hak para awaknya meski dalam situasi seperti ini.

Berdasarkan komunikasi terakhir dengan Ishii, Retno mendapat informasi bahwa tiga dari 78 WNI kru Diamond Princess dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

[Gambas:Video CNN]

"Dari tiga WNI yang dinyatakan confirm, dua di antaranya di bawa ke RS di Kota Chiba, sementara satu lainnya sedang menjalani proses menuju RS sehingga per detik ini saya belum dapat menyampaikan satu WNI itu dibawa ke RS mana," ujar Retno.

"KBRI saat ini sudah berada di Chiba per pagi tadi untuk memastikan WNI yang dinyatakan confirmed (corona) mendapatkan penanganan yang baik dari pihak berwenang Jepang," kata mantan Dubes RI di Belanda itu.

Hingga Selasa jumlah pengidap virus corona yang meninggal di seluruh dunia dilaporkan menjadi 1.873 orang, sebagian besar merupakan warga China. Selain di China, kematian akibat virus corona juga terjadi di Hong Kong, Filipina, Taiwan, Jepang, dan Prancis.

Sementara itu, penumpang yang terinfeksi virus corona di kapal pesiar Diamond Princess bertambah 99 orang menjadi total 454 kasus per hari ini. Jumlah total penumpang kapal yang kini masih berada di perairan Yokohama itu sebanyak 3.711 orang.

Selain WNI, ribuan penumpang dan kru kapal pesiar tersebut berasal dari berbagai negara. Sejauh ini, Amerika Serikat menjadi negara pertama yang telah mengevakuasi sekitar 300 warganya dari kapal tersebut.

RI Keluhkan Jepang Minim Info Karantina di Kapal PesiarFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Korea Selatan dan Hong Kong tengah berencana melakukan hal serupa. Sementara itu, Retno mengatakan Indonesia masih menunggu pihak berwenang Jepang setelah masa karantina Diamond Princess berakhir pada 19 Februari besok sebelum memutuskan akan mengevakuasi puluhan WNI itu atau tidak.

"Opsi evakuasi sejak awal dibuka dan kami terus menerus akan melakukan koordinasi baik dengan otoritas di Jepang maupun dengan perusahaan kapal tersebut. Ini ada unsur perusahaan yang juga harus kami lakukan koordinasi dan komunikasi dengan mereka," papar Retno. (rds/evn)