Usai Beijing, Tim WHO Bakal Kunjungi Wuhan Terkait Corona

CNN Indonesia | Sabtu, 22/02/2020 00:37 WIB
Usai Beijing, Tim WHO Bakal Kunjungi Wuhan Terkait Corona Ilustrasi (STR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) PBB Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan tim yang beranggotakan ahli kesehatan dari berbagai negara akan mengungjungi Wuhan, China pada Sabtu (22/2). Wuhan merupakan daerah virus corona berasal.

Melansir AFP, tim akan datang guna mengoordinasikan penanganan kasus virus corona. Diketahui, kasus dan korban jiwa paling banyak terjadi di China.

"Akan melakukan perjalanan ke Wuhan besok untuk melanjutkan pekerjaannya," ucap Tedros di Jenewa, Swiss, Jumat (21/2).


Sebelumnya, tim tersebut sudah mengunjungi Beijing, Sichuan dan Guangdong. Wuhan menjadi kota selanjutnya guna mengetahui dan mengoordinasikan penanganan virus corona.

Tedros juga mempertanyakan kasus virus corona di luar China. Terutama tentang orang yang terinfeksi virus namun belum diketahui pasti bagaimana mereka tertular.

"Meskipun jumlah total kasus Covid-19 di luar tetap relatif kecil, kami khawatir karena tidak ada hubungan epidemiologis yang jelas, seperti riwayat perjalanan atau kontak dengan yang sudah terinfeksi," tuturnya.

Virus corona terus memakan korban di sejumlah negara. Hingga Jumat (21/2), jumlah korban jiwa akibat virus tersebut mencapai 2.244 orang.

Korban paling banyak, yakni 2.233 orang, merupakan penduduk China, terutama di wilayah Wuhan, Provinsi Hubei.
[Gambas:Video CNN]
Ada pula kasus virus corona yang menyebabkan kematian di negara lain. Di antaranya, Korea Selatan, Iran dan Hong Kong, masing-masing melaporkan 2 kematian.

Sementara itu, ada 1 korban jiwa di Taiwan, Filipina, Jepang dan Prancis. Di Jepang sendiri tercatat ada 700 kasus terinfeksi Corona. Paling banyak kedua setelah di China.

Jumlah kasus sudah mencapai 74.500. Ada 16.330 orang yang diklaim sembuh.

Terbaru, Pemerintah Taizhou, Provinsi Zheijang, China mengumumkan obat pertama untuk mengatasi virus corona (Covid-19). Penggunaan favilavir sebagai antivirus telah disetujui National Medical Products Admnistration of China.
(AFP/bmw)