Korea Selatan Siaga Satu Virus Corona

CNN Indonesia | Minggu, 23/02/2020 16:01 WIB
Korea Selatan Siaga Satu Virus Corona Ilustrasi, Penanganan virus corona di RS Wuhan, China. (Chinatopix via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Korea Selatan meningkatkan kewaspadaan terhadap virus corona (COVID-19) hingga tingkat tertinggi. Keputusan tersebut diambil Presiden Korea Selatan Moon Jae-in sebab angka korban terdampak dan yang meninggal dunia akibat virus corona terus meningkat pada Minggu (23/2).

Berdasarkan data hingga Minggu (23/2) siang, setidaknya 602 warga Korea Selatan positif terinfeksi virus corona dan lima orang meninggal dunia sejak Rabu (19/2). Ratusan kasus terkonfirmasi pada akhir pekan ini.

Presiden Moon Jae-in mengatakan pemerintah akan memperkuat sistem respons dengan meningkatkan status ke siaga satu, level merah, dan berbicara pada pemerintah antar-lembaga untuk menyikapi penyebaran wabah virus corona.


Hal itu memungkinkan pemerintah mengambil langkah tegas seperti menghentikan kegiatan publik seperti penutupan sementara sekolah.

Melansir Yonhap, hal tersebut pertama kalinya di Korea meningkatkan status waspada terkait virus ke tingkat tertinggi dalam 11 tahun terakhir setelah melawan H1N1 atau yang dikenal dengan flu babi.

Presiden Moon mengatakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah tidak perlu ragu mengambil langkah tegas seperti yang belum pernah dilakukan sebelumnya untuk mengatasi penyakit yang disebabkan virus tersebut.

Hal itu disampaikan menyinggung sekte Kristen, Shincheonji di Daegu.

Sekte yang terletak 300 kilometer tenggara Seoul tersebut menjadi salah satu yang dinilai menjadi pusat infeksi karena banyak anggotanya terinfeksi virus corona dalam beberapa hari terakhir.

Presiden Moon berkata otoritas kesehatan berhak mengambil langkah khusus kepada pengikut Shincheonji atau yang berarti dunia baru, seperti menutup fasilitas dan membatasi kegiatan anggotanya secara nasional untuk melindungi keselamatan warga.

"Itu tindakan yang tidak dapat dihindari untuk keselamatan dan kesehatan masyarakat. Kami tidak berusaha untuk membatasi kebebasan beragama," kata Moon.

"Pemerintah akan menganggap krisis di Daegu dan Gyeongsang Utara sebagai krisis nasional. Kami memusatkan kemampuan negara tanpa ragu untuk daerah yang ditetapkan sebagai zona perawatan khusus," Moon menjelaskan.

Moon juga meminta pengikut Shincheonji beserta masyarakat lainnya bisa menahan diri dari terlibat acara yang dihadiri banyak orang baik di dalam dan luar ruangan dalam beberapa waktu mendatang.

Ia menekankan pemerintah bisa mengatasi penyebaran virus corona.

"Meski situasi sudah parah. Kita bisa atasi. Pemerintah memiliki kemampuan dan kepercayaan diri yang memadai untuk mengendalikan dan mengelola penyebaran penyakit menular. Kepercayaan dan kerja sama adalah cara untuk memenangkan perang melawan virus," tutur Presiden Moon Jae-in.

[Gambas:Video CNN]

(chr/ard)