Cegah Corona, Turki Tutup Perbatasan dengan Iran

CNN Indonesia | Senin, 24/02/2020 09:10 WIB
Cegah Corona, Turki Tutup Perbatasan dengan Iran Turki dan Afghanistan menutup perbatasan dengan Iran untuk mencegah penularan virus corona. (Foto: YONHAP / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Turki dan Afghanistan mengumumkan untuk menutup sementara perbatasan dengan Iran mulai Minggu (23/2) di tengah merebaknya wabah virus corona.

"Kami memutuskan untuk menutup perbatasan setelah meningkatnya jumlah penyebaran wabah corona di negara tetangga kami, Iran," kata Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca seperti dilaporkan AFP.

Koca mengatakan selain menutup perbatasan, pihaknya juga sementara melarang penerbangan dari Iran mulai Minggu (23/2) pukul 8 malam waktu setempat. Sementara jalur penerbangan dari Turki ke Iran masih diperbolehkan.


Seluruh jalur perbatasan dan jadwal perjalanan kereta api yang menghubungkan kedua negara ditutup mulai Minggu (23/2) pukul 5.00 sore waktu setempat.

Koca menambahkan Turki seakan mendapat peringatan seiring dengan bertambahnya kasus penyebaran Covid-19 di Iran. Langkah penutupan perbatasan dilakukan setelah melakukan diskusi dengan pemerintah Iran.

Selain Turki, pemerintah Afghanistan juga menutup perbatasan tak lama setelah ditemukan tiga kasus infeksi virus corona. Ketiganya diketahui baru kembali dari Iran dan dinyatakan positif terinfeksi corona.

"Untuk mencegah penyebaran virus corona, pemerintah Afghanistan menghentikan kontak dengan Iran melalui jalur darat dan udara. Perbatasan ditutup," tulis Pihak Keamanan Nasional Afghanistan melalui situs resminya.

[Gambas:Video CNN]

Meningkatnya kekhawatiran penyebaran virus corona juga membuat pemerintah Pakistan memutuskan untuk menutup perbatasan dengan Iran. Selain Afghanistan, Pakistan juga memiliki perbatasan panjang dan longgar dengan Iran yang kerap digunakan sebagai jalur penyelundupan manusia.

Seorang pejabat provinsi di Pakistan dan Korpas Perbatasan negara mengonfirmasi penutupan akses perbatasan darat dengan Iran.

"Untuk mencegah penyebaran novel #coronavirus dan melindungi masyarakat, Afghanistan menangguhkan semua pergerakan penumpang (udara dan darat) dari dan ke Iran," kata kantor Dewan Keamanan Nasional Afghanistan dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Twitter.

Kementerian Kesehatan Iran mengonfirmasi pada Minggu sekitar delapan orang meninggal dunia karena wabah corona. Sejauh ini Iran mencatat 43 kasus infeksi corona.

Hingga Senin (24/2) korban meninggal akibat infeksi virus corona mencapai 2.465 jiwa dengan 20 diantaranya dilaporkan dari luar China. Sementara kasus infeksi virus corona di seluruh dunia mencapai lebih dari 79.930.

Sejauh ini, lebih dari 1.700 dokter dan suster yang ikut merawat pasien dilaporkan terinfeksi corona, dengan 10 diantaranya dinyatakan meninggal dunia. (AFP/evn)