Usai Mengundurkan Diri, Mahathir Jadi PM Sementara Malaysia

CNN Indonesia | Selasa, 25/02/2020 14:13 WIB
Usai Mengundurkan Diri, Mahathir Jadi PM Sementara Malaysia Raja Malaysia, Abdullah, menunjuk Mahathir Mohamad menjadi PM Interim usai mengajukan permohonan pengunduran diri kemarin. (AFP PHOTO / POOL / HOW HWEE YOUNG)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mahathir Mohamad dilaporkan kembali berkantor di Putrajaya, setelah ditunjuk menjadi perdana menteri sementara (interim) oleh Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agung Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah. Kini dia diberi tugas untuk menjalankan pemerintahan sampai terpilih perdana menteri dan kabinet baru terbentuk.

Seperti dilansir Free Malaysia Today, Selasa (25/2), Mahathir terlihat kembali beraktivitas di kantor perdana menteri Malaysia di Putra Perdana, Putrajaya. Dia sempat melambai dari dalam mobil kepada awak media yang menunggunya.


Raja Abdullah menyetujui permohonan pengunduran diri yang diajukan Perdana Mahathir kemarin. Namun, beliau menunjuk Mahathir menjalankan tugas sebagai perdana menteri interim selama seluruh hari.


Selain itu, Raja Abdullah juga mencabut mandat seluruh anggota kabinet, termasuk Wakil Perdana Menteri Wan Azizah Wan Ismail. Wan Azizah merupakan istri dari Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR), Anwar Ibrahim.

Raja Abdullah menyampaikan keputusan itu setelah berdialog dengan Mahathir di Istana Negara selama 90 menit. Sebelumnya dia juga bertemu dengan Anwar dan Wan Azizah.

Pengunduran diri Mahathir diduga terkait dengan gerakan politik yang berupaya membentuk koalisi baru dengan merekrut anggota Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM), UMNO, Partai Islam SeMalaysia (PAS) dan faksi PKR yang dipimpin oleh mantan wakil PKR, Mohamad Azmin Ali.

[Gambas:Video CNN]

PPBM adalah partai yang menaungi Mahathir. PKR lantas memutuskan memecat Azmin dan sejawatnya, Zuraida Kamaruddin, yang dianggap berkhianat. Hal ini adalah buntut perseteruan politik internal antara Anwar dan Azmin sejak beberapa waktu lalu.

Kepada Anwar, Mahathir mengklaim tidak terlibat dengan upaya untuk membentuk koalisi pemerintahan baru dengan merekrut kelompok oposisi. Sebab jika hal itu terjadi, maka koalisi Pakatan Harapan yang saat ini berkuasa bisa tumbang karena tidak meraih dukungan mayoritas di parlemen.

Jika demikian, maka janji Mahathir untuk menyerahkan kekuasaan tidak terlaksana dan Anwar bisa gagal menjadi perdana menteri.

Dipanggil Raja

Raja Abdullah dilaporkan saat ini sedang memanggil 221 anggota parlemen satu persatu. Hal itu dilakukan sebagai bahan pertimbangannya untuk mencari siapa sosok yang meraih dukungan mayoritas legislatif, yang kemudian akan diangkat menjadi perdana menteri.


Seperti dilansir The Star, salah satu anggota dewan yang dipanggil hari ini adalah mantan Menteri Pendidikan Malaysia, Maszlee Malik. Hari ini Raja Abdullah bakal memanggil 90 anggota parlemen. Sedangkan sisanya dilanjutkan esok hari. (ayp/ayp)