Pemerintah Iran Dituduh Tutupi Data Virus Corona

CNN Indonesia | Rabu, 26/02/2020 02:40 WIB
Pemerintah Iran Dituduh Tutupi Data Virus Corona Sampai hari ini dilaporkan ada 14 orang di Iran yang meninggal setelah terjangkit virus corona. Diduga jumlah sebenarnya jauh lebih besar. (Chinatopix via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang anggota parlemen Iran dari Kota Qom, Ahmad Amirabadi, menuding pemerintah menutupi data penyebaran virus corona (covid-19) di kota tersebut. Kota Qom merupakan wilayah yang dilaporkan memiliki kasus virus serupa SARS itu terbanyak di Iran.

Farahani menuduh Menteri Kesehatan Iran berbohong soal kematian akibat virus corona di Qom yang berjarak 120 kilometer dari ibu kota Teheran.


Sejauh ini, pihak berwenang Iran mencatat ada 61 kasus penduduk Iran yang terinfeksi virus corona, 14 di antaranya meninggal. Menurut versi, Farahni virus corona di kota itu telah merenggut nyawa 50 orang.


Menanggapi hal itu, Wakil Menteri Kesehatan Iran Iraj Haririchi menegaskan bahwa pemerintah telah bersikap transparan dalam menangani penyebaran virus corona di negara itu.

"Kami akan mengumumkan perkembangan jumlah kematian akibat corona yang kami punya di seluruh negeri. Kami berjanji untuk bersikap transparan dalam melaporkan perkembangan ini," kata juru bicara pemerintah Ali Rabiei dalam jumpa pers di Teheran seperti dilansir Channel NewsAsia, Selasa (25/2).

Juru bicara parlemen Iran, Assadollah Abbassi, mengatakan berdasarkan data Kemenkes Iran orang-orang yang terinfeksi virus corona itu memasuki negara secara ilegal dari Pakistan, Afghanistan, dan China.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Iran Said Namaki mengatakan salah satu pasien corona yang meninggal di Qom adalah seorang pengusaha yang baru melakukan beberapa perjalanan di China.

[Gambas:Video CNN]

Namaki menuturkan sejak awal Iran telah menangguhkan seluruh penerbangan dari dan menuju China akibat lonjakan kasus virus corona.

Pengusaha Iran yang meninggal itu, menurut Namaki, berhasil masuk ke Iran dengan menggunakan penerbangan bersambung dari China.

Hingga hari ini, korban meninggal akibat wabah virus corona mencapai 2.663 orang di daratan China daratan. Sementara itu, kematian di luar Negeri Tirai Bambu akibat virus itu telah mencapai lebih dari 20 jiwa.

Sebanyak 77.658 orang di dunia, terutama di China, terinfeksi virus corona. Namun, lebih dari 27.232 orang juga telah dinyatakan sembuh.

Korea Selatan menjadi negara dengan kasus virus corona terbanyak setelah China dengan jumlah orang terinfeksi sebanyak 830 jiwa. Sejauh ini, sepuluh pasien virus corona juga dinyatakan meninggal di Korea Selatan.


Beberapa negara seperti Afghanistan, Kuwait, Bahrain, dan Irak juga telah mengonfirmasi kasus virus corona pertama di negara masing-masing pada Senin (24/2).

Keempat negara itu mengaku bahwa seluruh pasien positif corona di negara masing-masing pernah melakukan perjalanan ke Iran, terutama Qom. Sejak merebaknya virus corona melonjak, beberapa negara tetangga Iran juga telah menutup perbatasan. (rds/ayp)