Irak Konfirmasi Kasus Pertama Corona, Satu Orang Dikarantina

CNN Indonesia | Selasa, 25/02/2020 00:35 WIB
Irak Konfirmasi Kasus Pertama Corona, Satu Orang Dikarantina Ilustrasi kasus virus corona. Irak mengonfirmasi temuan infeksi virus corona pertama dengan pasien merupakan seorang pelajar asal Iran dan tengah dikarantina. (dok. Chinatopix via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Kesehatan Irak mengonfirmasi temuan kasus pertama infeksi virus corona di negara tersebut, Senin (24/2) waktu setempat.

Pasien pertama yang dikonfirmasi terinfeksi virus corona adalah seorang pelajar warga negara Iran yang menempuh studi di kota Najaf.

Irak yang sedang mengalami penurunan pelayanan kesehatan diketahui kerap menampung para peziarah dan pelajar agama dari Iran. Iran sendiri terkena wabah virus corona sejak pekan lalu dengan 12 orang meninggal dunia.


Sebelum mengonfirmasi temuan virus corona, Irak telah memblokade perjalanan dari dan menuju Iran sejak negara Islam itu mengumumkan terkena wabah.


Pihak Dinas Kesehatan Najaf mengatakan bahwa warga negara Iran telah datang ke tempat tersebut "sebelum pelarangan diumumkan".

AFP melaporkan seorang pria kini sedang dikarantina di sebuah rumah sakit di Najaf.

Dinas Pendidikan Najaf mengatakan ujian tengah tahun yang telah dimulai berpeluang dibatalkan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut demi melindungi para pelajar yang ada di kota tersebut.

Pemerintah Provinsi Saladin yang ada di utara Baghdad mengatakan warga negara selain Irak tidak diperbolehkan masuk ke wilayah tersebut menjelang perayaan ziarah ke tempat suci Syiah yang jatuh pada Selasa (25/2).

Kematian akibat infeksi virus corona Covid-19 di Iran merupakan kasus pertama di kawasan Timur Tengah dan kematian di negara itu jadi yang tertinggi di luar China, episentrum wabah ini.


Warga negara China sendiri telah dilarang masuk ke Irak meskipun negara Timur Tengah itu memiliki sejumlah perusahaan minyak asal Negeri Tirai Bambu.

Irak juga menutup satu-satunya akses dengan Kuwait di Safwan, pada Minggu (23/12) malam. Hal itu dilakukan usai Kuwait mengonfirmasi ada sejumlah kasus virus corona.

Media sosial di Irak juga berisi kekhawatiran dari netizen setempat. Warganet Irak mengkhawatirkan pemerintahnya tak sanggup menghadapi wabah tersebut.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut banyak rumah sakit di Irak memiliki peralatan dan tenaga medis yang terbatas, dengan perbandingan kurang dari 10 dokter untuk tiap 10 ribu jiwa.

Sejauh ini, wabah virus corona Covid-19 telah menyebar ke 25 negara sejak ditemukan pada Desember lalu di Wuhan, China. Penyebaran wabah ini sampai ke Eropa, Timur Tengah, dan Asia.

[Gambas:Video CNN]


(AFP/end)