Partai Pendukung Tolak Pengunduran Diri Mahathir

CNN Indonesia | Rabu, 26/02/2020 16:02 WIB
Partai Pendukung Tolak Pengunduran Diri Mahathir Partai Pribumi Bersatu Malaysia menolak pengunduran diri Mahathir Mohamad sebagai ketua dan tetap mendukungnya sebagai perdana menteri. (CNN Indonesia/Hanna Azarya Samosir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM/BERSATU) menyatakan menolak pengunduran diri Mahathir Mohamad dari jabatan ketua umum. Mereka juga tetap mendukung Mahathir terus menjalankan tugas sebagai perdana menteri.

"Majelis tinggi memutuskan menolak surat pengunduran diri Mahathir dari partai," kata Sekretaris Jenderal PPBM, Marzuki Yahya, seperti dikutip dari Channel NewsAsia, Rabu (26/2).


Yahya mengatakan keputusan itu diambil secara bulat. Dia juga mengatakan sampai saat ini belum ada satupun anggota partai yang dipecat karena berseberangan.


"Kami masih sejalan, kami tetap bersama dan kita membangun partai ini untuk menghadapi masalah bersama-sama," kata Yahya.

Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agung Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, menyetujui surat pengunduran diri yang diajukan Mahathir pada Senin lalu. Namun, Raja Abdullah menunjuk Mahathir sebagai perdana menteri sementara (interim) untuk menjalankan pemerintahan sampai terpilih perdana menteri dan kabinet baru terbentuk.

Mahathir kini kembali berkantor di Putrajaya, setelah ditunjuk menjadi PM interim.

Raja Abdullah juga mencabut mandat seluruh anggota kabinet, termasuk Wakil Perdana Menteri Wan Azizah Wan Ismail. Wan Azizah merupakan istri dari Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR), Anwar Ibrahim.

Nasib pemerintahan Malaysia saat ini ada di tangan Dewan Rakyat dan raja. Jika mayoritas parlemen mendukung, maka Mahathir bisa memimpin kembali. Jika tidak, maka sejumlah fraksi di parlemen harus mengajukan calon lain kepada raja.

[Gambas:Video CNN]

Maka dari itu saat ini Raja Abdullah mewawancarai satu persatu anggota parlemen Malaysia, untuk mengetahui siapa kandidat yang meraih dukungan mayoritas.

Jika tidak ada calon yang dianggap mewakili mayoritas, maka raja mempunyai kewenangan khusus untuk menunjuk orang tertentu untuk mengemban tugas sebagai perdana menteri. Setelah ditunjuk, calon tersebut harus segera membentuk kabinet baru.

Pengunduran diri Mahathir diduga terkait dengan gerakan politik yang berupaya membentuk koalisi baru dengan merekrut anggota Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM), UMNO, Partai Islam SeMalaysia (PAS) dan faksi PKR yang dipimpin oleh mantan wakil PKR, Mohamad Azmin Ali.

PKR lantas memutuskan memecat Azmin dan sejawatnya, Zuraida Kamaruddin, yang dianggap berkhianat. Hal ini adalah buntut perseteruan politik internal antara Anwar dan Azmin sejak beberapa waktu lalu.


Dalam dialog dengan Anwar, Mahathir mengklaim tidak terlibat dengan upaya untuk membentuk koalisi pemerintahan baru dengan merekrut kelompok oposisi. Sebab jika hal itu terjadi, maka koalisi Pakatan Harapan yang saat ini berkuasa bisa tumbang karena tidak meraih dukungan mayoritas di parlemen.

Jika demikian, maka janji Mahathir untuk menyerahkan kekuasaan tidak terlaksana dan Anwar bisa gagal menjadi perdana menteri. (ayp/ayp)