Rombongan Umrah RI Tertahan di Abu Dhabi dan Dubai

CNN Indonesia | Kamis, 27/02/2020 15:53 WIB
Rombongan Umrah RI Tertahan di Abu Dhabi dan Dubai Rombongan umrah asal Indonesia dilaporkan tertahan di Bandara Abu Dhabi dan Dubai, Uni Emirat Arab akibat terdampak larangan baru Arab Saudi. (ANTARA FOTO/Ismar Patrizki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rombongan umrah asal Indonesia dilaporkan tertahan di Bandara Abu Dhabi dan Dubai, Uni Emirat Arab akibat terdampak larangan baru Arab Saudi.

Kedutaan Besar RI untuk Uni Emirat Arab di Abu Dhabi Nur Ibrahim mengatakan ada sekelompok jamaah asal Indonesia yang tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat larangan umrah yang diberlakukan Saudi mulai hari ini.

"Diperoleh informasi dari pihak Etihad Airways bahwa ada sekelompok jamaah umrah asal Indonesia yang tertahan di Bandara Abu Dhabi," kata Sekretaris Utama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi, Nur Ibrahim, ketika dikonfirmasi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat pada Kamis (27/2).



Kata dia, KBRI Abu Dhabi telah berkoordinasi dengan pihak Bandara Abu Dhabi dan maskapai Etihad Airways.

Ibrahim mengatakan sampai saat ini pihak KBRI di Abu Dhabi belum mengetahui jelas berapa jumlah jamaah tersebut. KBRI masih terus berkoordinasi dengan pihak bandara dan maskapai terkait hal itu.

"Tim KBRI Abu Dhabi akan berada di bandara untuk mendata, memonitor, dan memastikan kelancaran penanganan WNI terdampak oleh pihak maskapai dan terkait lainnya," kata Ibrahim.

[Gambas:Video CNN]

Tak hanya di Abu Dhabi, Konsulat Jenderal RI di Dubai juga menyatakan ada sekitar 30 jemaah Indonesia yang tertahan di Bandara Dubai.

Pejabat Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KJR Dubai, Yunita Purwaningyas, menuturkan puluhan WNI itu tengah transit di Dubai. Ia masih belum bisa memastikan apakah mereka bisa melanjutkan perjalanan ke Jeddah atau Madinah lantaran penerbangan baru berlangsung pada pukul 15.00 waktu setempat.

"Terkait 30 orang jamaah ini belum bisa dikonfirmasi apakah mereka dibolehkan terbang ke Jeddah/Madinah karena penerbangan mereka selanjutnya adalah pukul 15.00 waktu setempat dan saat ini di Dubai baru pukul 12.00," kata Yunita saat dikonfirmasi secara terpisah.


Meski begitu, berdasarkan informasi yang didapat dari KJRI di Jeddah, Yunita mengatakan Saudi telah menutup seluruh penerbangan umrah di bandara Jeddah dan Madinah.

Warga Indonesia menjadi salah satu warga negara yang terkena imbas aturan penangguhan visa umrah untuk sementara waktu oleh pemerintah Saudi.

Aturan itu diterapkan Saudi di tengah penyebaran virus corona yang terus melonjak, terutama di kawasan di Timur Tengah.

Aturan penangguhan umrah diberlakukan Kerajaan Arab Saudi sejak Kamis dini hari. Dalam rilisnya, Kementerian Luar Negeri Saudi menuturkan akan melarang sementara warga asing yang ingin masuk ke negaranya dalam rangka ibadah umrah dan mengunjungi Masjid Nabawai di Madinah.

Selain berhenti mengeluarkan visa umrah, Saudi juga menyetop pemberian visa wisata bagi wisatawan asing yang berasal dari negara-negara yang memiliki kasus virus corona.


Hingga kini, beberapa negara Timur Tengah seperti Iran, Irak, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Oman memang telah terpapar virus serupa SARS yang pertama kali bersumber dari China itu. Sejauh ini, Iran menjadi negara dengan jumlah kasus kematian akibat corona terbanyak setelah China, yakni mencapai 19 jiwa.

Beberapa negara Timur Tengah seperti Bahrain, Kuwait, Irak, hingga Afghanistan mengaku bahwa seluruh orang yang terinfeksi corona di negara mereka pernah bepergian ke Iran dalam beberapa waktu belakangan. (rds/dea)