Kasus Virus Corona di Libanon Bertambah

CNN Indonesia | Kamis, 27/02/2020 00:55 WIB
Kasus Virus Corona di Libanon Bertambah Seorang wanita yang sempat satu pesawat dengan pasien pertama corona di Libanon dikonfirmasi ikut terinfeksi dan jadi kasus kedua di negara itu. (Photo by STR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Kesehatan Libanon mengumumkan pada Rabu (26/2), kasus infeksi virus corona Covid-19 di negara tersebut bertambah satu pasien. Kini, ada dua kasus virus corona di negara tersebut.

Pasien virus corona terbaru Libanon merupakan seorang wanita yang sempat satu pesawat dengan pasien virus corona Libanon pertama yang diumumkan pekan lalu. Keduanya dalam pesawat yang sama dari Teheran, Iran.

"Sebuah kasus virus corona Covid-19 dikonfirmasi secara uji laboratorium," kata pernyataan Kemenkes Libanon.


Kemenkes Libanon mengatakan pasien kedua ini merupakan seorang wanita yang sebelumnya mengunjungi situs religi di Iran dan kembali ke Libanon pada 20 Februari lalu.


Ketika mengumumkan kasus pertama pada pekan lalu, Kemenkes Libanon menyebut ada dua kasus terduga lainnya yang sedang dalam penyelidikan medis.

Wanita yang terinfeksi dengan kasus kedua ini masuk rumah sakit pada Senin (24/2), dan kondisinya dilaporkan stabil.

Sepekan setelah Teheran mengumumkan dua kematian akibat virus corona Covid-19, angka kematian di Iran melonjak menjadi 19 dan negara tersebut kini terancam menjadi episentrum paling mematikan di luar China.

Angka kematian akibat penyakit virus corona di seluruh dunia kini lebih dari 2.700 dan jumlah terinfeksi mencapai lebih dari 80 ribu orang.

Laju penambahan jumlah kasus di China sendiri sebagai lokasi awal pecah wabah virus corona dilaporkan menurun meski tetap ada laporan baru.

[Gambas:Video CNN]


(AFP/end)