Warga California Positif Corona, Tertular di Luar Pusat Wabah

CNN Indonesia | Jumat, 28/02/2020 14:52 WIB
Warga California Positif Corona, Tertular di Luar Pusat Wabah Ilustrasi. Seorang perempuan California, AS positif virus corona diduga tertular di luar pusat wabah dan kondisinya sempat kritis. (NOEL CELIS / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang perempuan di California, Amerika Serikat (AS) dinyatakan positif terjangkit virus corona (covid-19), Kamis (28/2), tetapi tidak pernah berkunjung ke daerah pusat penyebaran wabah.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengaku tidak tahu bagaimana perempuan itu terpapar virus mematikan tersebut, karena dia tidak pernah bepergian ke negara yang terpapar maupun kontak dengan pasien yang dinyatakan positif.

Dikutip AFP, Jumat (28/2), pasien tersebut mulanya dibawa ke UC Davis Medical Center pada 19 Februari. Dokter sempat menggunakan ventilator untuk membantu yang bersangkutan bernapas. Dokter kemudian menyerahkan sampel kepada otoritas federal untuk pemeriksaan corona.


Akan tetapi, ia tak bisa diperiksa karena tidak memenuhi kriteria pemeriksaan, yakni mempunyai sejarah perjalanan ke negara terpapar corona atau kontak dengan pasien yang terjangkit.


Akibatnya perempuan tersebut sempat tidak diperiksa selama lima hari. Sampai akhirnya pada 23 Februari, karena kondisinya memburuk, sampelnya diperiksa dan hasilnya menyatakan positif tiga hari kemudian.

CDC menyatakan ini merupakan kasus penularan di antara warga AS yang pertama. Artinya sumber infeksi pada kasus perempuan tersebut belum diketahui karena tidak ada patogen yang terkandung.

Direktur CDC, Robert Redfield, menyatakan prosedur pemeriksaan corona berubah akibat adanya kasus ini. Ia menyatakan corona sulit dikenali ketika pasien yang terinfeksi hanya menunjukkan gejala ringan atau tidak sama sekali.

"Rekomendasi itu seharusnya ketika seorang dokter atau petugas kesehatan mencurigai virus corona, maka kita bisa melakukan tes. Jadi itulah pedoman saat ini yang keluar hari ini," katanya.

Namun pernyataan tersebut dipertanyakan oleh Sub Komite Asia, Pasifik dan Nonproliferasi Komisi Urusan Luar Negeri Dewan Perwakilan AS.

[Gambas:Video CNN]

Pada waktu yang berdekatan dengan awal mula kasus ini, juga ada pengaduan mengenai petugas kesehatan federal berinteraksi dengan pasien yang dikarantina di dua pangkalan udara California tanpa peralatan atau pelatihan yang tepat. Salah satu lokasinya adalah Pangkalan Angkatan Udara Travis di Solano, di mana perempuan tersebut berasal.

Pengaduan tersebut diajukan oleh seorang pejabat di Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) yang mengaku ia ditugaskan ke sana tanpa prosedur yang benar dan diancam akan dipecat jika tidak memenuhi.

Dalam pengaduan tersebut ia juga menyatakan setidaknya ada 30 pekerja yang terpapar corona per akhir Januari sampai awal Februari.

Gubernur California Gavin Newsom menyatakan pihaknya sudah memantau 8.400 orang yang kemungkinan terinfeksi. Namun ia menyatakan resiko tertular corona di California masih rendah.

"Kami tidak bereaksi berlebihan, tetapi kami juga tidak bereaksi terhadap kecemasan yang dapat dipahami," ujarnya.

California memiliki 200 alat untuk memeriksa Corona. Newsom mengatakan pemerintah pusat bakal mengirimkan lebih banyak alat dalam beberapa hari ke depan.


Setidaknya ada 33 pasien di California yang sudah dinyatakan positif. Secara keseluruhan sudah ada 61 kasus corona di AS, 46 orang merupakan yang dievakuasi dari luar negeri.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengecam media yang dinilai mengabaikan usaha pihaknya menanggulangi kasus ini. Ia mengatakan jumlah kasus corona di AS 'sangat kecil' dan angka kasus di China juga menurun. (fey/ayp)