PM Malaysia Pengganti Mahathir Dilantik Besok

CNN Indonesia | Sabtu, 29/02/2020 19:31 WIB
PM Malaysia Pengganti Mahathir Dilantik Besok Presiden Partai Persatuan Pribumi Malaysia, Muhyiddin Yassin, akan dilantik menjadi Perdana Menteri kedelapan Malaysia besok, Minggu (1/3). (AFP/EVAN VUCCI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Partai Persatuan Pribumi Malaysia (Bersatu), Tan Sri Muhyiddin Yassin, akan diambil sumpah jabatan dan dilantik menjadi Perdana Menteri kedelapan Malaysia besok, Minggu (1/3).

Dikutip dari MalayMail, Sabtu (29/2), upacara tersebut akan digelar pada pukul 10.30 waktu setempat di Istana Negara.

"Saya berharap seluruh rakyat Malaysia bisa menerima keputusan Istana Negara hari ini. Saya sangat berterima kasih kepada Allah S.W.T., yang mengizinkan untuk menjabat sebagai perdana menteri kedelapan," ujar Muhyiddin, seperti dilansir Free Malaysia Today.


"Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Agung (Raja Abdullah) dan kepada seluruh pihak yang memberi dukungan moral," lanjut Muhyiddin.


Keputusan mengangkat Muhyiddin menjadi PM menggantikan Mahathir Mohamad yang mengundurkan diri pada Senin pekan ini dilakukan oleh Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agung Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah.

Raja Abdullah memilih Muhyiddin untuk mengisi jabatan yang ditinggalkan Mahathir, setelah memanggil seluruh anggota Dewan Rakyat untuk mencari calon yang meraih dukungan mayoritas.

"Raja memutuskan memilih Muhyiddin sebagai perdana menteri sesuai dengan Pasal 40(2)(a) dan 43(2)(a) Undang-Undang Federal," bunyi keterangan Istana Negara Malaysia, seperti dilansir Bernama.

Kini Muhyiddin harus segera memilih orang-orang yang akan duduk di kabinet.

Shamsuddin mengatakan Raja Abdullah menyatakan Muhyiddin yang menjadi anggota parlemen dari Pagoh yang meraih suara mayoritas.

[Gambas:Video CNN]

Selanjutnya, Shamsuddin mengatakan Muhyiddin bakal diangkat dan membacakan sumpah jabatan dalam upacara yang digelar di Istana Negara.

"(Raja Abdullah) mengatakan penunjukan perdana menteri tidak bisa ditunda demi kemaslahatan rakyat dan bangsa. Beliau meyakini ini adalah keputusan yang terbaik bagi seluruh pihak dan berharap keputusannya mengakhiri krisis politik saat ini," ujar Shamsuddin.

Raja Abdullah juga mencabut mandat seluruh anggota kabinet, termasuk Wakil Perdana Menteri Wan Azizah Wan Ismail. Wan Azizah merupakan istri dari Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR), Anwar Ibrahim.

Pengunduran diri Mahathir diduga terkait dengan gerakan politik yang berupaya membentuk koalisi baru dengan merekrut anggota Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM), UMNO, Partai Islam SeMalaysia (PAS) dan faksi PKR yang dipimpin oleh mantan wakil PKR, Mohamad Azmin Ali.

PKR lantas memutuskan memecat Azmin dan sejawatnya, Zuraida Kamaruddin, yang dianggap berkhianat. Hal ini adalah buntut perseteruan politik internal antara Anwar dan Azmin sejak beberapa waktu lalu.


Kepada Anwar, Mahathir mengklaim tidak terlibat dengan upaya untuk membentuk koalisi pemerintahan baru dengan merekrut kelompok oposisi. (ayp/ayp)