Italia Larang Warga Ciuman Hindari Penularan Virus Corona
CNN Indonesia
Kamis, 05 Mar 2020 11:52 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Italia mengimbau penduduk untuk sementara tidak saling cium bibir dan pipi, atau bersalaman ketika bertemu dengan kekasih, saudara atau sahabat untuk menghindari penularan virus corona.
Italia juga menutup seluruh sekolah dan kampus sampai 15 Maret, akibat jumlah kematian akibat infeksi virus corona mencapai 107 orang.
Aturan lain yang diterapkan di Italia untuk mencegah penyebaran virus corona adalah warga yang sedang batuk atau bersin harus menutup mulut dan hidung dengan sapu tangan. Penduduk juga dilarang berbagi gelas atau tempat minum yang sama menghindari penularan.
Italia menjadi negara Eropa dengan jumlah kasus virus corona terbesar, yakni mencapai 3.089 orang. Dari jumlah tersebut, 276 orang dinyatakan sembuh.
[Gambas:Video CNN]
Seperti dilansir AFP, Kamis (5/3), pemerintah Italia juga akan menerapkan kebijakan melarang penduduk menyaksikan pertandingan liga sepakbola.
Pusat penyebaran virus corona di Italia terjadi di Lombardia-Milan, serta Bologna dan Venesia.
Selain menutup sekolah dan kampus, pemerintah Italia juga mengimbau para penduduk untuk menjaga jarak satu dengan lainnya sejauh satu meter dan menghindari lokasi keramaian. (ayp/ayp)
Italia juga menutup seluruh sekolah dan kampus sampai 15 Maret, akibat jumlah kematian akibat infeksi virus corona mencapai 107 orang.
Aturan lain yang diterapkan di Italia untuk mencegah penyebaran virus corona adalah warga yang sedang batuk atau bersin harus menutup mulut dan hidung dengan sapu tangan. Penduduk juga dilarang berbagi gelas atau tempat minum yang sama menghindari penularan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Seperti dilansir AFP, Kamis (5/3), pemerintah Italia juga akan menerapkan kebijakan melarang penduduk menyaksikan pertandingan liga sepakbola.
Pusat penyebaran virus corona di Italia terjadi di Lombardia-Milan, serta Bologna dan Venesia.
(CNN Indonesia/Fajrian) |
(CNN Indonesia/Fajrian)