Cegah Corona, Kanada Tutup Semua Perbatasan

CNN Indonesia | Selasa, 17/03/2020 01:42 WIB
Virus corona terus menyebar di Kanada hingga menginfeksi ratusan orang di seluruh provinsi, termasuk istri dari sang perdana menteri. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. (Sean Kilpatrick/The Canadian Press via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengumumkan pembatasan wilayah untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19) terus menyebar di negara itu.

Pada Senin (16/3), Trudeau mengumumkan perbatasan negara Kanada ditutup untuk seluruh pengunjung asing, kecuali Amerika.

"Semua warga Kanada, sebanyak mungkin, seharusnya juga tetap di rumah," kata Trudeau dalam jumpa pers di luar kediamannya seperti dilansir AFP.


Trudeau bersama keluarganya saat ini sedang melakukan karantina diri setelah istrinya, Sophie Grégoire, dinyatakan positif terinfeksi corona.

Kepala Kesehatan Masyarakat Kanada Theresa Tam pada Minggu (15/3) mengatakan total ada 313 kasus (Covid-19) yang menyebar di 10 provinsi di negara itu.

Kasus terbaru dilaporkan terjadi di Pantai Atlantik. Sedangkan Toronto, Montreal dan Vancouver menjadi kota dengan kasus terparah.

"Saya meminta semua orang mengambil tindakan keras untuk mencegah penyebaran virus corona," kata Theresa Tam.

Untuk menekan penyebaran virus corona, Pemerintah Kanada telah membatasi perjalanan ke negara lain. Warga yang baru tiba dari luar negeri juga diminta melakukan karantina diri selama 14 hari.

Tidak hanya itu, warga Kanada juga diimbau menghindari kerumunan dan menerapkan social distance, serta bekerja dari rumah bagi para pegawai. 

[Gambas:Video CNN]

Kanada telah melakukan hampir 25 ribu tes di seluruh wilayah, dan jumlah positif virus melonjak pada pekan lalu, termasuk satu kematian. "Sebagian besar kasus di Kanada dikaitkan dengan perjalanan, tetapi itu bisa berubah dengan sangat cepat," kata Tam.

Tam melihat sejauh ini larangan bepergian belum mampu menekan penyebaran virus corona. Kata dia, hal itu terlihat dari jumlah kasus di negara-negara yang memberlakukan kebijakan tersebut.

Bahkan beberapa negara dengan kasus terbanyak sebenarnya adalah yang menetapkan larangan perjalanan dan pengawasan ketat di perbatasan.


Virus Corona Menyebar di Seluruh Provinsi di Kanada

Sementara itu Kantor Perdana Menteri Kanada menuturkan Trudeau akan melangsungkan karantina selama 14 hari ke depan. Meski begitu, ia tetap bekerja dari rumah.

Sampai saat ini, dokter menyatakan Trudeau tidak mengalami gejala Covid-19.

Grégoire mulai mengalami gejala Covid-19 seperti flu dan demam ringan sejak Rabu (11/3) malam setelah kembali dari London, Inggris. Dia kemudian mengikuti saran untuk menjalani tes. (dea)