Jemaat Gereja Korsel Positif Corona Usai Disemprot Air Garam

CNN Indonesia | Kamis, 19/03/2020 05:15 WIB
Jemaat Gereja Korsel Positif Corona Usai Disemprot Air Garam Petugas medis yang menangani pasien virus corona di Korea Selatan. (Im Hwa-young/Yonhap via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 46 jemaat gereja di Korea Selatan positif terinfeksi virus corona setelah mulutnya disemprotkan air garam secara bergantian. Pendeta dan istri ikut tertular virus.

South China Morning Post, pada Senin (16/3) melaporkan para jemaat percaya bahwa air garam dapat mematikan virus corona sehingga mereka terhindari dari Covid-19.

Peristiwa tersebut terjadi saat kebaktian pada 1 dan 8 Maret lalu.



Sebuah video menunjukkan jemaat Komunitas Gereja River of Grace di Provinsi Gyeonggi disemprotkan air garam dengan menggunakan botol semprotan yang sama dari dari mulut ke mulut lainnya.

Diduga ujung semprotan itu menempel di mulut jemaat sehingga dengan mudahnya virus menyebar.

[Gambas:Video CNN]

"Sudah dipastikan bahwa mereka meletakkan semprotan di mulut seorang jemaat yang kemudian dikonfirmasi sebagai pasien, kemudian melakukan hal yang sama ke jemaat lain tanpa membersihkan terlebih dahulu," kata Kepala Gugus Tugas Virus Corona Provinsi Gyeonggi Lee Hee-young.

Akibat kejadian itu, pendeta gereja, Kim, meminta maaf. "Saya sangat menyesal dengan apa yang terjadi. Ini semua kesalahan saya dan saya akan tanggung jawab," katanya kepada Yonhap.


Dalam wawancara telepon itu dia juga mengatakan ingin berhenti menjadi pendeta setelah krisis corona berakhir. Kini gereja tersebut ditutup.

Korea Selatan menjadi salah satu negara paling terdampak penyebaran Covid-19 dari China.

Negara yang terletak di selatan Semenanjung Korea itu bahkan sempat menjadi negara kedua dengan kasus corona terbanyak setelah Negeri Tirai Bambu pada awal Maret lalu, dengan jumlah 4.812 kasus dengan 28 kematian.
Jemaat Gereja Korsel Positif Corona Usai Disemprot Air GaramFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian

Berdasarkan data Worldometers, hingga Rabu (18/3), jumlah kasus virus corona di Korsel mencapai 8.413, dan 84 orang meninggal. Sementara pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 1.540.

Sebagian besar penyebaran virus corona di Korea Selatan berasal dari Kota Daegu dan Gyeongsang Utara. Lebih dari setengah kasus di Kota Daegu terkait dengan komunitas jemaat Gereja Shincheonji.


Ketua komunitas Shincheonji, Lee Man-hee sempat meminta maaf atas dugaan sumber penyebaran virus corona. Kini ratusan gereja di Korsel mengadakan layanan online untuk mencegah penyebaran virus corona.

Pihak berwenang telah meminta gereja yang tetap mengadakan kebaktian untuk melakukan pemeriksaan suhu tubuh para jemaat di gerbang masuk, dan memastikan mereka mengenakan masker serta menerapkan social distancing. (dea)