Gubernur Prefektur Hokkaido, Naomichi Suzuki mengumumkan pencabutan status darurat setelah tanda-tanda penyebaran virus corona di daerahnya kian menurun.
"Kami berhasil keluar dari situasi yang awalnya sempat mengkhawatirkan, penyebaran infeksi virus corona menyebabkan kehancuran pada sistem medis dan kegagalan untuk menyelamatkan nyawa," ujar Suzuki dalam sebuah pertemuan dengan pemerintah setempat, Rabu (18/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara nasional, Jepang mencatat 914 kasus virus corona dengan 31 pasien meninggal.
Terhitung sejak 28 Februari lalu, pemerintah Hokkaido menetapkan kawasannya sebagai darurat Covid-19. Seruant ersebut mendesak warga untuk tetap berada di rumah dan menghindari aktivitas keluar jika tidak mendesak.
Kendati demikian, pemerintah setempat tidak menerapkan upaya penegakan hukum yang ketat bagi pelanggarnya. Warga mengindahkan seruan pemerintah untuk menekan laju penyebaran virus corona.
"Kami sudah melakukan serangkaian upaya untuk menahan diri agar tidak keluar, tetapi mulai sekarang kami akan bergerak ke upaya mengurangi risiko penyebaran infeksi sambil mempertahankan kegiatan sosial dan ekonomi," ujar Suzuki menambahkan.
Mengutip NHK, panel tersebut diharapkan juga bisa memberikan informasi terkait daerah dan langkah lanjutan untuk merespons kondisi terkini penyebaran virus corona.
Juru bicara pemerintah, Yoshihide Suga mengatakan pemerintah akan meninjau rekomendasi panel ahli dan membuat keputusan sesuai dengan kondisi terkini. Disamping itu, pemerintah Jepang juga akan mendengar jajak pendapat terkait dampak ekonomi dari pengebaran virus corona. (afp/evn)