Tekan Corona, Jerman Larang Warga Kumpul Ketimbang Lockdown

CNN Indonesia | Senin, 23/03/2020 20:19 WIB
Tekan Corona, Jerman Larang Warga Kumpul Ketimbang Lockdown Kanselir Jerman, Angela Merkel, memberlakukan larangan berkumpul lebih dari dua orang untuk menekan penyebaran virus corona. (Michael Kappeler / POOL / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kanselir JermanAngela Merkel (65), memberlakukan larangan berkumpul lebih dari dua orang di seluruh negeri untuk menekan penyebaran virus corona.

Seperti dilansir CNN, Senin (23/3), langkah itu diambil Merkel karena dianggap lebih tepat ketimbang harus melakukan penutupan total (lockdown). Dia mengatakan pemerintah akan berusaha sekuat tenaga untuk membatasi pergerakan dan kontak antara penduduk untuk sementara, demi mencegah penyebaran virus corona.


"Untuk itu, Jerman akan melarang perkumpulan dua orang atau lebih," kata Merkel dalam jumpa pers Minggu (22/3) kemarin.


Merkel mengatakan sudah menyampaikan kebijakan itu kepada 16 pemimpin negara bagian di Jerman. Dia hanya memberi pengecualian bagi keluarga yang tinggal bersama.

Selain itu, Merkel juga mengatakan meminta masyarakat setempat untuk tetap menjaga jarak dengan radius 1.5 sampai 2 meter untuk mencegah kontak selama masa pandemi corona.

Menurut Merkel, jika ada penduduk yang nekat berkumpul lebih dari dua orang bakal diganjar sanksi.

[Gambas:Video CNN]

Selain menerapkan larangan tersebut, Merkel juga memerintahkan seluruh restoran, salon, hingga gerai tato ditutup selama dua pekan.

Merkel saat ini tengah melakukan karantina mandiri setelah melakukan kontak dengan dokter yang ternyata positif terinfeksi virus corona SARS-CoV-2.

Juru bicara Merkel, Steffen Seibert mengumumkan keputusan ini diambil Merkel setelah mengetahui dokter yang memberikan vaksin padanya ternyata positif pengidap Covid-19. Hal ini diketahui setelah Merkel melakukan konferensi pers

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), saat ini ada 21.463 kasus virus corona di Jerman. Sebanyak 67 orang di antaranya meninggal.
Tekan Corona, Jerman Larang Warga Kumpul Ketimbang Lockdown(CNN Indonesia/Fajrian)
Sedangkan menurut data Sekolah Kedokteran Universitas Johns Hopkins, tercatat ada 24.873 kasus virus corona di Jerman. Sebanyak 94 di antaranya meninggal, dan 266 pasien dinyatakan sembuh. (ayp/ayp)