KILAS INTERNASIONAL

Korban Corona di Italia hingga Klaim Trump Soal Obat COVID-19

CNN Indonesia | Senin, 23/03/2020 06:35 WIB
Korban Corona di Italia hingga Klaim Trump Soal Obat COVID-19 Lonjakan korban meninggal virus corona di Italia sampai klaim Presiden AS, Donald Trump, soal obat Covid-19. (Cecilia Fabiano/LaPresse via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Minggu (22/3) kemarin. Mulai dari lonjakan korban meninggal virus corona di Italia sampai klaim Presiden AS, Donald Trump, soal obat Covid-19. CNNIndonesia.com merangkum sejumlah kejadian tersebut dalam kilas internasional.


1. Korban Meninggal Corona Italia 800 Orang dalam Sehari

Sebanyak 800 orang di Italia meninggal dalam sehari, Sabtu (21/3), akibat Covid-19. Angka ini terus menambah total meninggal warga negeri Mediterania itu menjadi 4.825 orang akibat infeksi virus corona SARS-COV-2.


Dengan demikian, jumlah meninggal akibat virus corona di Italia menjadi yang mencapai sepertiga penderita SARS-COV-2 yang meninggal di dunia.

[Gambas:Video CNN]

Saat ini, jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di Italia sudah menyalip China, Kamis (19/3). Total kematian di Italia pun melebihi laporan China dan Iran.

Berdasarkan data Worldometers, Italia memiliki lebih dari 53 ribu kasus Covid-19. Sebanyak 4.825 di antaranya meninggal dan 6 ribu lainnya kembali sehat.


2. Korban Corona Terus Bertambah, Iran Tetap Tolak Bantuan AS

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tetap menolak bantuan yang ditawarkan Amerika Serikat untuk melawan pandemi virus corona di negaranya.

Dia menuduh virus itu justru sengaja dibuat oleh Amerika Serikat.

"Kemungkinan bantuan obat-obatan adalah cara untuk membuat virus tersebut menyebar lebih luas," kata Khamenei, seperti dilansir Associated Press, Minggu (22/3).

[Gambas:Video CNN]

"Mungkin mereka (AS) ingin datang ke sini untuk melihat secara langsung dampak dari racun yang mereka buat, sejak sebagian virus tersebut memang dibuat untuk Iran," ujar Khamenei.

Sampai saat ini belum ada yang bisa membuktikan bahwa virus corona sengaja dibuat sebagai senjata biologis.


3. Trump Kembali Klaim Kombinasi Obat yang Ampuh Basmi Covid-19

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mencuitkan kalau kombinasi Hydroxycloroquine dan Azithromycin bisa menjadi salah satu pengobatan yang bersejarah. Hal ini ia cuitkan terkait pengobatan pandemi Covid-19 akibat virus corona SARS-COV-2.

"HYDROXYCHLOROQUINE & AZITHROMYCIN, diminum bersamaan, bisa menjadi salah satu pengubah sejarah di dunia pengobatan. FDA tengah memindahkan gunung - terima kasih! Semoga keduanya (H bekerja lebih efektif dengan A, agen jurnal internasional antimikroba) bisa segera digunakan segera. Orang-orang sekarat, gerak cepat, dan Tuhan memberkati semua!"

[Gambas:Video CNN]

Cuitan Trump tersebut ditanggapi oleh salah seorang dokter Eugene Du, yang sekaligus menjadi CEO Cool Quit, perusahaan yang terdiri dari tim dokter lulusan Stanford yang memerangi pandemi virus corona dan kecanduan rokok lewat pengobatan jarak jauh (telemedicine).

Menurutnya, kombinasi hydroxychloroquine dan azithromycin untuk mengobati Covid-19 belum terbukti secara klinis aman dan efektif. Ini hanya jadi salah satu bukti anekdot dari laporan kasus di negara lain. (ayp/ayp)