Menteri Kesehatan Suriah, Nizar Yazij pada Minggu (22/3) membenarkan temuan pasien pertama yang dinyatakan positif terinfeksi corona. Ia mengatakan kasus pertama ini menimpa orang dari berasal dari luar negeri.
"Langkah-langkah pengobatan telah dilakukan untuk menangani pasien berusia sekitar 20-an tahun," tulis kantor berita SANA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Suriah bahkan telah menyerukan sekolah, universitas, restoran, bioskop, rumah ibadah, dan pertemuan di ruang publik dihentikan sementara untuk mencegah potensi penularan corona.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Disamping itu, sejak Selasa (17/3) pekan lalu, sejumlah pekerja swasta dan pemerintah, termasuk layanan transportasi umum juga mulai disetop.
Pekan lalu, Damaskus mengumumkan untuk menunda pemilihan anggota parlemen hingga pemberitahuan lebih lanjut dari jadwal semula pada awal Maret.
Perang yang telah terjadi selama bertahun-tahun dan menewaskan lebih dari 380 ribu jiwa telah merusak infrastruktur di negara tersebut. Kekhawatiran meningkat setelah penyebaran virus corona kian masif di seluruh dunia.
Negara-negara tetangga seperti Turki, Irak, Israel, Yordania, dan Lebanon sejauh ini telah lebih dulu mengonfirmasi temuan kasus virus corona di negaranya. (afp/evn)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian