Penduduk Abaikan Imbauan, Inggris Putuskan Lockdown 3 Pekan

CNN Indonesia | Selasa, 24/03/2020 08:26 WIB
Penduduk Abaikan Imbauan, Inggris Putuskan Lockdown 3 Pekan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. Pemerintah Inggris memutuskan menerapkan lockdown selama tiga pekan untuk melawan penyebaran virus corona. (Tolga AKMEN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Inggris memutuskan menerapkan kebijakan pembatasan akses total (lockdown) selama tiga pekan untuk melawan penyebaran virus corona.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, memerintahkan supaya para penduduk untuk sementara tidak bepergian jika tidak ada urusan mendesak dan melarang penduduk berkumpul lebih dari dua orang.


"Tinggal di rumah. Mulai (Senin) malam ini saya harus memberikan penduduk Inggris perintah yang sangat sederhana, kalian harus tetap tinggal di rumah," kata Johnson dalam pidato yang disiarkan melalui televisi, seperti dilansir AFP, Selasa (24/3).


Kebijakan itu diterapkan karena pemerintah Inggris geram karena penduduk setempat seolah mengabaikan anjuran untuk menjaga jarak (social distancing) dan tidak bepergian untuk menekan angka penularan virus mematikan tersebut.

Pada akhir pekan lalu sebagian penduduk Inggris masih bepergian dan bersantai di ruang terbuka seperti taman dan lainnya, karena saat ini adalah musim semi.

"Karena hal yang paling penting saat ini adalah kita harus menghentikan penularan wabah ini," kata Johnson.

Johnson mengatakan selama pemberlakuan lockdown masyarakat masih dibolehkan bepergian untuk belanja, berobat, olahraga serta bekerja. Namun, pemerintah memerintahkan seluruh pertokoan sampai perpustakaan sementara ditutup, termasuk tempat ibadah.

[Gambas:Video CNN]

Pemerintah Inggris juga melarang penyelenggaraan resepsi pernikahan, upacara pembaptisan sampai pemakaman. Namun, mereka tetap membuka taman.

"Jika kalian tidak menaati aturan maka polisi akan bertindak, termasuk melakukan hukuman denda dan membubarkan perkumpulan," ujar Johnson.

Johnson mengatakan virus corona adalah ancaman besar bagi Inggris selama beberapa dasawarsa. Dia mengingatkan penularan terus terjadi dan jumlah pasien bertambah, maka Badan Kesehatan Nasional (NHS) tidak bakal sanggup lagi menangani.

"Saya mendesak kepada kalian karena situasi darurat nasional untuk tetap berada di rumah, lindungi NHS dan selamatkan nyawa," ujar Johnson.

Johnson mengatakan akan melakukan evaluasi kebijakan tersebut setelah tiga pekan. Jika terbukti efektif menekan jumlah kasus infeksi baru, maka pemerintah akan memberi sedikit kelonggaran.

"Namun saat ini tidak ada pilihan yang mudah. Jalan ke depan sangat berat dan saat ini masih ada nyawa yang belum berhasil kami selamatkan," ujar Johnson.
Penduduk Abaikan Imbauan, Inggris Putuskan Lockdown 3 Pekan(CNN Indonesia/Fajrian)
Johnson pernah berjanji akan memerangi wabah corona dalam 12 pekan. Pemerintah setempat sudah menutup sekolah hingga kelab malam.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sampai saat ini ada 5.687 kasus infeksi virus corona di Inggris, dengan 281 korban meninggal.

Sedangkan dari data Sekolah Kedokteran Universitas Johns Hopkins, jumlah kasus virus corona di Inggris mencapai 6.726, dengan 335 orang meninggal dan 140 orang sembuh. (ayp/ayp)