Presiden China Bicara dengan Trump, Ajak Bersatu Lawan Corona

CNN Indonesia | Jumat, 27/03/2020 16:12 WIB
Presiden China Xi Jinping dilaporkan telah berbincang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump lewat telepon terkait upaya penanganan virus corona. Presiden China Xi Jinping ketika bertemu Presiden AS Donald Trump beberapa waktu lalu. (Brendan Smialowski / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden China Xi Jinping dilaporkan telah berbincang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump lewat telepon terkait upaya penanganan virus corona (Covid-19). 

Media pemerintah China CCTV melaporkan seruan Presiden Xi yang menyebut kedua negara perlu "bersatu untuk memerangi" virus mematikan yang telah menyebar secara global.

Mengutip CCTV seperti dilansir AFP, Jumat (27/3), Xi mengatakan pada Trump bahwa China berharap dapat melanjutkan berbagi informasi dan pengalaman dengan AS meski terjadi bentrokan antara kedua negara selama beberapa pekan terakhir.



Percakapan telepon itu terjadi ketika AS baru saja dilaporkan memiliki kasus infeksi virus corona terbanyak di dunia, dengan lebih dari 85.500 kasus, melampaui China yang menjadi lokasi awal penyebaran. Sementara itu, kematian pasien virus corona di AS hingga Jumat siang mencapai 1.301 orang.

"Warga China dengan tulus berharap bahwa AS akan segera mengendalikan penyebaran epidemi (dan) mengurangi kerugian yang diterima rakyat Amerika," kata Xi kepada Trump dalam percakapan telepon, seperti dikutip dari CNN, Jumat (27/3).

Trump pun mengonfirmasi percakapan telepon yang dilakukan dengan Xi melalui Twitter, dan mengatakan kedua belah pihak tengah bekerja sama untuk memerangi wabah virus corona. Trump juga menyebut bahwa China memahami penyebaran virus secara lebih baik.

[Gambas:Video CNN]

"China telah melalui banyak hal dan telah mengembangkan pemahaman yang kuat tentang virus tersebut," kata Trump di Twitter.

Sementara itu, Komisi Kesehatan Nasional China mengonfirmasi 55 kasus virus corona baru yang sebagian besar dibawa oleh pendatang yang terpapar virus di luar China. Dengan demikian, jumlah orang terinfeksi virus di China yakni 81.340, dan 3.292 di antaranya meninggal dunia.


Trump dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo sebelumnya sempat mengusik Beijing dengan berkali-kali menyebut "Virus China" ketika membahas Covid-19 yang pertama kali muncul di Kota Wuhan.

Awal Maret lalu, juru bicara kementerian luar negeri China berbalik menyebut bahwa pasukan militer AS yang membawa virus ke Wuhan.

Berdasarkan laporan CCTV, Xi mengatakan hubungan China dan AS berada pada "titik kritis", sehingga kerja sama untuk memerangi pandemi corona dapat saling menguntungkan dan merupakan "satu-satunya pilihan yang tepat."


"Saya berharap AS akan mengambil tindakan substantif untuk meningkatkan hubungan China-AS, dan kedua belah pihak dapat bekerja bersama untuk memperkuat kerja sama dalam memerangi epidemi," katanya Xi.

Xi juga menambahkan bahwa sejumlah provinsi, kota, dan perusahaan di China telah mengirimkan kebutuhan medis untuk mendukung dan membantu AS dalam menangani wabah virus corona di negaranya.
Presiden China Bicara dengan Trump, Ajak Bersatu Lawan CoronaFoto: CNN Indonesia/Fajrian

Media pemerintah China kemudian melaporkan bahwa Trump telah menyampaikan rasa terima kasih pada Negeri Tirai Bambu itu karena telah membantu menyediakan kebutuhan medis dan memperkuat kerja sama di bidang kesehatan. (ang/dea)