Di Tengah Kepanikan Corona, Korut Tembak Rudal Lagi

CNN Indonesia | Minggu, 29/03/2020 11:13 WIB
Pada Minggu (29/3) Korea Utara menembakkan dua peluru kendali (rudal) balistik jarak pendek dari lepas pantai timur. Kim Jong Un, Pemimpin Tertinggi Korea Utara. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pada Minggu (29/3) Korea Utara menembakkan dua peluru kendali (rudal) balistik jarak pendek dari lepas pantai timur. Ini jadi peluncuran rudal keempat pada bulan ini, di tengah perlawanan dunia terhadap virus corona.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Kepala Staf Militer Gabungan Korea Selatan mengatakan dua proyektil ditembakkan ke arah timur kota pelabuhan Wonsan dan terbang sejauh 230 kilometer ke Laut Jepang.

"Tindakan militer semacam tu oleh Korea Utara adalah tindakan yang sangat tidak pantas ketika seluruh dunia mengalami kesulitan karena wabah COVID-19," tulis mereka dikutip dari AFP pada Minggu (29/3).


Sementara itu, kementerian pertahanan Tokyo mengatakan 'benda mirip rudal balistik' tidak sampai ke wilayah perairan Jepang atau zona ekonomi eksklusif (ZEE) mereka.

Sebelumnya Korea Utara menembakkan rudal balistik pada Sabtu (21/3) lalu. Pihak Kantor Staf Militer Gabungan Korea Selatan menyatakan rudal dilepaskan dari Provinsi Pyongan.

Rudal mengarah ke Laut Jepang tetapi Korps Penjaga Pantai Jepang mengatakan rudal jatuh di luar ZEE Jepang.

Sehari setelahnya, media pemerintah Korea Utara mengumumkan bahwa Presiden AS Donald Trump telah mengirim surat pada pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Surat berisi perincian rencana untuk pengembangan hubungan diplomatis.

Laporan menyebut saudara Kim yang cukup kuat, Kim Yo Jung. Kim Yo Jung sempat memperingatkan bahwa relasi personal yang baik antara dua pemimpin tidak akan cukup untuk memperluas hubungan kerjasama.

"Dalam surat dia menjelaskan rencananya untuk mendorong hubungan antara kedua negara di DPRK (Democratic People's Republic of Korea) dan AS dan menyatakan niatnya untuk menyatakan keinginannya untuk bekerja sama dalam kerja anti-epidemi," kata Kim Yo Jung.

Sementara itu seorang pejabat senior pemerintah AS mengkonfirmasi Trump telah mengirim surat buat Kim.

Menurutnya ini sejalan dengan upaya Trump untuk melibatkan pemimpin global selama pandemi sedang berlangsung.

[Gambas:Video CNN]

(AFP/ard)