RS Darurat Corona Dibangun di Central Park New York

CNN Indonesia | Senin, 30/03/2020 06:00 WIB
Saat ini jumlah kasus Covid-19 di New York mencapai lebih dari 59.500, terburuk di Amerika Serikat yang jumlah positif secara keseluruhan lebih dari 136 ribu. Central Park yang berada di pusat kota New York, Amerika Serikat. (stockphoto/dolphinphoto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah rumah sakit darurat khusus corona (Covid-19) dibangun di Central Park, New York, Amerika Serikat (AS), Minggu (29/3).

Puluhan orang bekerja untuk mengubah fasilitas di ruang terbuka hijau New York itu agar bisa dijadikan tempat merawat pasien Covid-19 di New York. New York memang menjadi episentrum pandemi Covid-19 di AS.

Dari lebih dari 136.880 kasus positif Covid-19 di AS per Minggu, sebanyak 59.500 ada di New York. Oleh karena itu, pekerja dari Samaritan Purse--lembaga swadaya masyarakat untuk bantuan kemanusiaan--bekerja menurunkan berbagai perlengkapan dan peralatan sambil wajah tetap dilindungi masker.


"Ada banyak kasus [Covid-19] di sini, di New York, dan banyak orang membutuhkan pertolongan," kata Elliot Tenpenny, seorang dokter dan pemimpin tim untuk Tim Respons Covid-19 Samaritan Purse seperti dikutip AFP.

"Rumah-rumah sakit di seluruh kota ini sudah penuh, dan mereka membutuhkan pertolongan sebisa mungkin yang mereka dapatkan. Itulah alasannya kami di sini," kata dia.

RS Darurat Corona Dibangun di Central Park New YorkSeorang pengguna AirTrain melengkapi diri dengan masker dan sarung tangan plastik untuk mengurangi risiko tertular Covid-19 saat beraktivitas di New York, 7 Maret 2020. (AFP/Spencer Platt/Getty Images)
Tenpenny mengatakan lembaga itu bekerja sama dengan Gubernur New York Andrew Cuomo, Badan Manajemen Kedaruratan Federal, dan Mount Sinai. Rencananya RS darurat itu selesai dalam dua hari, dan bisa menampung pasien.

Per Minggu, Cuomo mengatakan ada lebih dari 59.500 kasus Covid-19 di negara bagiannya, dan 965 di antaranya berujung pada kematian. New York adalah negara bagian yang paling fatal mengalami kerugian akibat Covid-19.

[Gambas:Video CNN]
Jumlah kasus Covid-19 saat ini merupakan yang paling tinggi di dunia sejak pandemi itu terungkap awal di Wuhan, China pada Desember tahun lalu. Tingkat kematian akibat Covid-19 di AS sejauh ini sudah lebih dari 2.400 jiwa.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan puncak kematian akibat Covid-19 diperkirakan berlangsung dua pekan. Dan, dia pun memperpanjang masa social distancing di AS hingga 30 April 2020.

"Warga di bagian timur akan menjadi jumlah puncak. Model memperkirakan puncak kematian akan terlihat dalam dua pekan," ujar Trump di Gedung Putih, Washington DC, Minggu.

"Tak ada yang lebih buruk dibandingkan mendeklarasikan kemenangan sebelum kemenangan didapat...Sangat penting bagi siapapun untuk tetap mengikuti petunjuk [social distancing]," ujar Trump yang menjanjikan pada Selasa nanti akan mengumumkan finalisasi rencana penanggulangan Covid-19 di AS.

(AFP/kid)