RI Sebut Arab Saudi sudah Nyatakan Tunda Pembayaran Haji

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 01/04/2020 17:32 WIB
Indonesia menyatakan telah menerima informasi dari Kerajaan Arab Saudi terkait penundaan pembayaran gelombang baru jamaah haji. Kemlu mengatakan sudah mengetahui informasi dari Arab Saudi terkait penundaan pembayaran gelombang baru jamaah haji. (Foto: ANTARA FOTO/Ismar Patrizki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia menyatakan telah menerima informasi dari Kerajaan Arab Saudi terkait penundaan pembayaran gelombang baru jamaah haji.

Meski begitu, Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI, Achmad Rizal Purnama, menuturkan hingga kini pemerintah Indonesia belum menerima keputusan resmi apakah Saudi akan menunda pelaksanaan haji tahun ini.

"Yang mereka sampaikan adalah berbagai informasi misalnya menunda pembayaran komitmen baru terkait dengan pembayaran-pembayaran haji. Itu yang sudah disampaikan (Saudi) sejak 1 minggu lalu dan hal-hal seperti itu yang memang kami terima sejauh ini," kata Rizal kepada wartawan dalam jumpa pers virtual Kemlu RI pada Rabu (1/4).


Rizal menuturkan Kemlu RI terus berkomunikasi dengan perwakilan Arab Saudi di Jakarta. Kedutaan Besar RI di Riyadh, katanya, juga terus meminta informasi resmi kepada pemerintahan Raja Salman terkait keputusan pelaksanaan haji tahun ini.

"Tapi keputusan sendiri mengenai pelaksanaan haji itu belum kita terima. Hingga Rabu pagi ini, jawaban Saudi adalah mereka terus mengikuti perkembangan Covid-19 dan pada waktunya berjanji akan memberikan keputusan," ucap Rizal.

[Gambas:Video CNN]

Wacana penundaan ibadah haji tahun ini pertama kali dinyatakan oleh Menteri Haji Saudi, Mohammad Benten, pada Selasa (31/3). Ia meminta seluruh umat Islam di dunia untuk menunda sementara rencana ibadah haji demi mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) yang lebih buruk lagi.

"Arab Saudi sebenarnya siap melayani jamaah haji dan umrah. Tetapi dalam keadaan saat ini, ketika kita berbicara tentang virus corona, Kerajaan merasa terpanggil untuk melindungi kesehatan umat Islam dan oleh karena itu kami telah meminta umat Muslim di semua negara untuk menunda rencana menunaikan ibadah haji sampai situasinya jelas," kata Benten seperti dikutip dari AFP.

Permintaan ini disampaikan setelah sebelumnya Arab Saudi menghentikan penerbitan visa umrah.

Padahal, ibadah umrah dan haji menjadi salah satu pendapatan besar bagi Saudi. Pada tahun lalu, sebanyak 2,5 juta umat Muslim pergi ke Arab Saudi untuk beribadah haji.

Wabah virus corona terus menyebar ke lebih dari 200 negara dan wilayah per hari ini. Sampai dengan berita ini ditulis, virus sudah menginfeksi 846.061 orang di dunia dengan 41.494 kematian. 

Kementerian Kesehatan Arab Saudi melaporkan hingga hari ini terdapat 1.563 kasus Covid-19 dengan 10 kematian di negaranya. (rds/evn)