Kematian akibat Virus Corona di AS Tembus 5.116 Jiwa

CNN Indonesia | Kamis, 02/04/2020 12:49 WIB
Jumlah kematian akibat virus corona (Covid-19) di Amerika Serikat telah mencapai 5.116 pasien per hari ini, Kamis (2/4). Ilustrasi pasien virus corona. (AP/Claudio Furlan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah kematian akibat virus corona (Covid-19) di Amerika Serikat telah mencapai 5.116 pasien per hari ini, Kamis (2/4).

CNN melaporkan AS mencapai rekor kematian tertinggi sebanyak 917 orang dalam satu hari pada Rabu (1/4).

Berdasarkan data Sekolah Kedokteran John Hopkins University, kasus corona di AS mencapai 215.417 orang atau yang tertinggi di dunia mengalahkan China, sumber penyebaran Covid-19.



Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat hanya dalam lima hari terakhir. Sebab, pada Sabtu (28/3), kasus corona di AS baru menembus 100 ribu pasien.

Virus corona bahkan telah menyerang kapal induk bertenaga nuklir AS, Theodore Roosevelt, dan menginfeksi hampir 100 orang di dalamnya.

Kapten USS Theodore Roosevelt Brett Crozier memberitahu kepada Pentagon bahwa virus mematikan itu menyebar tak terkendali di kapal berisi 4.000 awak tersebut. Dia meminta bantuan agar para kru bisa segera dikarantina.

[Gambas:Video CNN]

Kapal induk tersebut menjadi kluster baru penyebaran virus corona di AS. Dilansir AFP, Angkatan Laut AS tengah melakukan evakuasi ribuan marinir dan pelaut di kapal induk tersebut.

Pejabat Pentagon menuturkan pihaknya telah memesan hotel untuk para kru Theodore Roosevelt yang terinfeksi sementara mengatur sisa personel yang tidak terpapar virus demi bisa tetap mengoperasikan kapal.


"Saat ini rencananya adalah mengevakuasi orang sebanyak mungkin dari Teddy Roosevelt karena kami harus tetap meninggalkan beberapa orang di atas kapal untuk melanjutkan tugas pengawasan dan menjaga kapal tetap berjalan," ucap Komandan Wilayah Marianas, Laksamana John Menoni.

Presiden AS Donald Trump memperingatkan warga bersiap diri karena virus tersebut berpotensi menewaskan sebanyak 240 ribu orang di AS.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian

Ia memperkirakan dalam dua pekan ke depan akan menjadi momen yang sangat menyakitkan bagi Negeri Paman Sam karena diperkirakan jumlah orang yang meninggal lebih besar.


Padahal, sebelumnya, Trump merasa percaya diri bahwa virus corona tak akan mempengaruhi orang Amerika. Ia bahkan sempat meremehkan bahwa virus corona layaknya penyakit flu biasa. (rds/dea)