Saudi Larang Warga Mekah dan Madinah Bepergian 24 Jam

CNN Indonesia | Jumat, 03/04/2020 14:56 WIB
Saudi melarang warga di Mekah dan Madinah bepergian jika tidak mendesak selama 24 jam, untuk mencegah penularan virus corona. Ilustrasi Masjidil Haram dan Ka'bah di Kota Mekah, Arab Saudi. (AFP/ABDEL GHANI BASHIR)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi memberlakukan pembatasan kegiatan selama 24 jam untuk seluruh penduduk di kota Mekah dan Madinah, guna menekan penyebaran virus corona (covid-19).

Kebijakan tersebut menyusul kebijakan sebelumnya, yakni pembatasan pada jam malam.


Dengan kebijakan baru tersebut, penduduk di kedua Kota tidak diperbolehkan meninggalkan rumah mereka selama 24 jam, kecuali dalam keadaan darurat atau untuk membeli bahan makanan dari lingkungan mereka.


Perjalanan keluar-masuk kota juga dihentikan sementara toko-toko tutup, kecuali apotek, bank, dan toko peralatan, seperti dilansir CNN, Jumat (3/4).

Maret lalu, Pemerintah Arab Saudi mulai memberlakukan jam malam di kota-kota, yang secara bertahap semakin ketat, setelah peningkatan jumlah kasus virus corona di Arab.

[Gambas:Video CNN]

Pada Selasa (1/4) lalu, Kementerian Kesehatan Arab Saudi mencatat kenaikan 133 kasus baru di Mekah dan Madinah secara kolektif. Angka tersebut lebih banyak dari kota-kota lain di kerajaan itu.

Sejauh ini, jumlah kasus Covid-19 di Arab Saudi telah mencapai 1.720 dengan jumlah kematian sebanyak 16 serta 264 pasien yang pulih dari virus pemulihan.
Saudi Terapkan Lockdown 24 Jam di Mekah dan Madinah(CNN Indonesia/Fajrian)
Mekah dan Madinah adalah kota suci bagi umat Muslim. Jutaan warga Muslim berziarah setiap tahun ke kedua kota tersebut untuk menunaikan ibadah umrah dan haji. (ara/ayp)