Sebuah siaran televisi pemerintah setempat pada Selasa (7/4) malam menunjukkan ratusan orang yang mengenakan baju olahraga berwarna sama, dan bersepeda dalam formasi saling berdekatan di Ashgabat, sebagaimana dilansir dari AFP.
Media setempat menyebutkan bahwa sekitar 7 ribu warga yang turut berpartisipasi dalam kegiatan bersepeda di bekas bagian Uni Soviet itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, Presiden Turkmenistan, Gurbanguly Berdymukhamedov, terlihat menunggang kuda dan bersepeda dengan sekelompok kecil pejabat.
Turkmenistan bersama dengan Korea Utara adalah negara yang mengklaim mereka tidak memiliki kasus virus corona, yang kini telah menewaskan lebih dari 80 ribu orang di seluruh dunia. Padahal Turkmenistan berbatasan dengan Iran, salah satu negara yang mencatat korban meninggal cukup besar akibat pandemi virus corona.
Pemerintah negara itu terkenal tertutup atas data statistik nasional, baik yang berhubungan dengan kesehatan atau ekonomi, dan sering diragukan oleh para ahli.
Sebuah laporan berita pada Rabu (8/4), mengatakan pihak berwenang di Turkmenistan tengah membangun sebuah rumah sakit untuk mengobati penyakit menular di wilayah Akhal yang mengelilingi Ashgabat. Namun, laporan tersebut tidak menyebutkan hal apapun terkait Covid-19.
Berdymukhamedov sempat menyebutkan Covid-19 di depan publik untuk pertama kalinya pada minggu lalu dalam sebuah pidato, yang menyinggung tentang ancaman ekonomi akibat pandemi.
(CNN Indonesia/Fajrian) |
(CNN Indonesia/Fajrian)