Satu Orang Suku Yanomami di Amazon Terinfeksi Virus Corona

CNN Indonesia | Kamis, 09/04/2020 10:42 WIB
Satu Orang Suku Yanomami di Amazon Terinfeksi Virus Corona Ilustrasi suku Amazon. (Foto: AFP PHOTO / Apu Gomes)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang anggota suku Yanomami di Amazon dilaporkan terinfeksi virus corona. Yanomami merupakan salah satu suku pribumi yang hidup di pedalaman hutan Amazon dan rentan terhadap penyakit asing.

Menteri Kesehatan Brasil Luiz Henrique Mandetta mengonfirmasi satu orang dari suku Yanomami terinfeksi virus corona.

"Hari ini kami mengonfirmasi satu kasus di Yanomami. Kondisi ini sangat menngkhawatirkan," ujar Mandetta dalam konferensi pers seperti dilansir AFP.


"Kita harus tiga kali lebih berhati-hati dengan suku asli, karena mereka sedikit kontak dengan dunia luar," ujarnya menambahkan.

Seorang anggota suku yang dinyatakan positif Covid-19 diketahui sebagai seorang anak laki-laki berusia 15 tahun. Saat ini ia sedang mendapat perawatan di unit perawatan intensif (ICU) di sebuah rumah sakit di Boa Vista, ibu kota negara bagian utara Roraima, Brasil.

Surat kabar Globo melaporkan Brasil mencatat setidaknya tujuh kasus Covid-19 yang menginfeksi suku asli Amazon.

Satu Orang Suku Yanomami di Amazon Terinfeksi Virus CoronaFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian

Seorang perempuan berusia 20 tahun dari suku Kokama pekan lalu menjadi kasus virus corona pertama yang menginfeksi suku asli Amazon.

Suku Yanomami dikenal dengan ciri khas wajah yang penuh tato dan tindikan. Jumlahnya sekitar 27 ribu orang.

Warga adat yang mendiami hutan Amazon sangat rentan terhadap infeksi virus dari luar karena secara historis telah diisolasi. Namun keberadaan mereka sempat terancam setelah kasus campak dan malaria yang terjadi pada 1970-an.

Sebagian besar suku yang mendiami hutan Amazon terisolasi dari dunia luar. Brasil merupakan rumah bagi sekitar 800 ribu penduduk asli dari 300 kelompok etnis.

Kasus virus corona yang terjadi di Brasil sejauh ini mencapai 16.188 kasus. Data yang dirilis John Hopkins University mencatat sekitar 820 orang meninggal dan hanya 127 pasien dinyatakan sembuh. (AFP/evn)

[Gambas:Video CNN]