FOTO: Kebebasan Ala Swedia Saat Hadapi Corona

AP PHOTO, CNN Indonesia | Kamis, 09/04/2020 12:11 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Meski negara-negara Eropa menerapkan kebijakan ketat untuk menghadapi pandemi corona, Swedia memilih memberikan kebebasan pada warganya.

Jalanan di area pusat perbelanjaan Drottninggatan di kota Stockholm, Swedia, masih dipenuhi para pejalan kaki dan pengunjung pada pekan lalu. Berbeda dari negara Eropa lainnya, Swedia memang mengambil kebijakan yang lebih 'santai' dalam menghadapi pandemi corona. (Henrik Montgomery/TT News Agency via AP)
Pemerintah Swedia memang tidak menerapkan lockdown ketat atau karantina. Mereka lebih memberikan kebebasan pada warga untuk beraktivitas dan berharap mereka melakukan praktek jaga jarak (social distancing). (AP Photo/Andres Kudacki)
Tak ayal para penduduk Swedia pun masih berkumpul di restoran bersama dengan keluarga dan kerabat. Salah satunya di Medborgarplasten di kota Stockholm. (AP Photo/Andres Kudacki)
Bukan hanya tempat-tempat umum seperti restoran yang masih padat pengunjung, penduduk Swedia pun bekerja dan sekolah seperti biasa. Mereka menganggap kebijakan yang diterapkan negara lain lebih karena terdorong oleh histeria yang diciptakan media. (AP Photo/Andres Kudacki)
Bukan hanya masih beraktivitas seperti biasa, tidak ada anjuran mengenakan masker di Swedia. Pemerintah Swedia sendiri hanya membatasi aktivitas keramaian dari semula maksimal 500 orang menjadi maksimal 50 orang. (AP Photo/Andres Kudacki)
Meski tidak tergulung pandemi corona seperti Italia, Spanyol, atau Perancis, Swedia pun memiliki kasus terinfeksi corona yaitu lebih dari 8000 orang, dengan kematian mencapai lebih dari 450 orang. (AP Photo/Andres Kudacki)
Namun pendekatan lunak pemerintah Swedia dalam menghadapi corona ini mulai mendapatkan sorotan dari negara Eropa lainnya. Parlemen Swedia pun berencana untuk mulai mengetatkan pembatasan sosial dengan menutup sebagian tempat seperti restoran. (Henrik Montgomery/TT via AP)
Hingga saat ini Perdana Menteri Swedia dan ahli-ahli epidemiologis negara itu pun masih kukuh mempertahankan kebijakan. Mereka menganggap warga Swedia tak perlu mendramatisir situasi. (AP Photo/Andres Kudacki)
Kondisi yang sama juga terjadi di Nacka, area pinggiran kota Stockholm. Orang-orang berlari dan berolahraga seperti biasa sembari menikmati alam. (AP Photo/Andres Kudacki)
Pandemi corona hingga Kamis (9/4) ini telah menginfeksi lebih dari 1,5 juta orang di seluruh dunia dan menyebabkan lebih dari 88 ribu orang meninggal dunia. Separuh dari jumlah kasus terinfeksi itu berada di Eropa. (AP Photo/Andres Kudacki)