Bos WHO dan Taiwan Berselisih Soal Hinaan Rasial

CNN Indonesia | Kamis, 09/04/2020 15:39 WIB
Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengklaim dihina berbau rasial terkait virus corona, tetapi dibantah Taiwan. Ilustrasi Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. (FABRICE COFFRINI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Luar Negeri Taiwan memprotes pernyataan dari Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang sempat mengatakan bahwa dirinya memaafkan serangan pribadi berbau rasial yang ia duga berasal dari Taiwan.

Taiwan menyatakan ketidakpuasan dan menyesalkan pernyataan Tedros tersebut saat konferensi pers pada Rabu (8/4) kemarin.

"Kami meminta Dia (Tedros) segera memperbaiki tuduhannya yang tidak berdasar dan segera mengklarifikasi, dan meminta maaf kepada negara kami," ucap Kementerian Luar Negeri Taiwan dilansir dari Associated Press, Kamis (9/4).


Kementerian tersebut menyebutkan bahwa Taiwan merasa sangat didiskriminasi oleh komentar berbau politik dari WHO, dan mengutuk semua bentuk diskriminasi dan ketidakadilan.


"Taiwan adalah negara yang matang, sangat canggih dan tidak pernah bisa menghasut serangan pribadi pada direktur jenderal WHO, apalagi mengungkapkan sentimen rasial," kata mereka.

Sebelumnya, pada jumpa pers di Jenewa, Tedros menyebutkan Taiwan telah melakukan kampanye protes berbulan-bulan terhadapnya dan mengatakan bahwa sejak munculnya virus corona, dia telah secara pribadi diserang, termasuk di antaranya menerima ancaman pembunuhan dan pelecehan rasial.

"Serangan ini datang dari Taiwan," kata Tedros pada Rabu (8/4) kemarin.

Tedros mengatakan, diplomat-diplomat Taiwan mengetahui serangan-serangan kepada dirinya. Namun, menurut Tedros mereka tidak melakukan upaya untuk menengahi.

Tedros mengatakan para diplomat Taiwan justru mengkritiknya di tengah penghinaan terhadap dirinya tersebut. Kendati demikian, Tedros tidak memberikan dasar atau bukti atas pernyataannya ini.

"Saya mengatakannya hari ini, karena saya merasa sudah cukup (dihina)," ujarnya.


Taiwan menganggap WHO tidak transparan dalam penanganan virus corona karena mereka tidak dilibatkan, dan data yang mereka kirim disatukan dalam laporan kasus dari China.

Diketahui, selain mengomentari Taiwan, Tedros juga sempat merespon kritik tajam dan ancaman pemotongan anggaran terhadap WHO dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Trump mengecam WHO karena menganggap organisasi internasional itu terlalu membela China, terkait larangan WHO atas rencana AS menutup perjalanan ke China, ketika virus corona menyebar luas dari kota Wuhan.

Dilansir Associated Press, Tedros beberapa kali dengan tegas mendukung klaim China yang menyatakan sikap terbuka dan transparan tentang virus corona, menghadapi beberapa kritik yang meragukan data virus dari China, sambil menggemakan kritiknya terhadap AS.
Bos WHO dan Taiwan Berselisih Soal Hinaan Rasial(CNN Indonesia/Fajrian)
Sementara itu, sejauh ini Taiwan telah melaporkan sebanyak 379 kasus dan lima kematian akibat virus corona. Para pejabat AS dan Taiwan bertemu secara daring bulan lalu untuk membahas cara-cara meningkatkan partisipasi Taiwan dalam sistem kesehatan dunia, memicu kemarahan dari China yang menentang semua kontak resmi antara AS dan Taiwan.

Dalam komentar lebih lanjut tentang pernyataan Tedros di Jenewa, Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu, menyebut bahwa Taiwan setuju dengan komentar Tedros tentang tidak mengaitkan virus pandemi sebagai isu politis. Namun, ia tetap mengkritik terkait tuduhan Tedros terhadap Taiwan.

"Kami setuju! Namun tanpa bukti, #Taiwan dituduh mengatur serangan pribadi. Klaim ini tidak berdasar, tanpa prestasi & semakin meminggirkan kerja baik di mana @WHO terlibat di seluruh dunia, " ucap Wu melalui akun Twitternya. (ara/ayp)

[Gambas:Video CNN]