Sulit Temui Cucu Saat Corona, Lansia Singapura Akan Kesepian

CNN Indonesia | Jumat, 10/04/2020 20:55 WIB
Singapura untuk sementara melarang orang tua menitipkan anak kepada kakek dan nenek untuk melindungi lansia dari virus corona. Ilustrasi lansia. (stevepb/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para kakek dan nenek di Singapura sepertinya akan kesepian karena tidak bisa melihat cucu mereka untuk sementara waktu, akibat aturan baru yang diterbitkan pemerintah setempat untuk mencegah penularan virus corona.

Seperti dilansir dari Channel NewsAsia, Jumat (10/4), Menteri Kesehatan Singapura, Gan Kim Yong, menerbitkan aturan yang melarang para orang tua untuk menitipkan anak-anak mereka kepada kakek dan nenek. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona, dan melindungi kelompok lanjut usia yang dinilai paling rentan jika terpapar virus tersebut.


"Jika memang ada perjanjian untuk menitipkan anak-anak Anda kepada kakek dan nenek, maka kalian harus menitipkan mereka sepanjang waktu sampai masa pembatasan aktivitas selesai," kata Gan.


"Hal ini dilakukan untuk melindungi para lansia dan menekan risiko mereka terpapar virus tersebut," ujar Gan.

"Setiap kali kalian membawa anak-anak menemui kakek dan neneknya, maka kalian turut memberi peluang mereka terpapar," lanjut Gan.


Gan memahami para orang tua yang bekerja di sektor penting dan harus berjalan 24 jam akan kesulitan mengasuh anak ketika mereka bekerja. Dia mengusulkan supaya para orang tua tersebut menitipkan buah hati mereka di pusat penitipan anak.

"Kalau memang kesulitan, kami menyediakan jasa penitipan anak bagi para pekerja sektor vital. Jika tidak ada alternatif, silakan daftar, dan kami akan pertimbangkan, tetapi hanya untuk pekerja di sektor penting," ujar Gan.

Meski begitu, bagi para penduduk Singapura yang harus membantu karena orang tuanya tinggal seorang diri tetap dibolehkan berkunjung. Namun, mereka tetap harus membatasi interaksi.

Pemerintah Singapura menerapkan pembatasan aktivitas bagi seluruh orang yang berada di sana sampai 4 Mei. Sampai saat ini kasus virus corona di Singapura mencapai 1.910 orang.

Pemerintah hanya membolehkan klinik, swalayan dan kedai makanan untuk tetap buka. Sedangkan seluruh sekolah ditutup dan kegiatan pembelajaran dilakukan di rumah.
Sulit Temui Cucu Saat Corona, Lansia Singapura Akan Kesepian


(ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]