Tiga WNI di Turki Positif Corona, Satu Orang Meninggal

CNN Indonesia | Senin, 13/04/2020 13:33 WIB
Tiga warga Indonesia di Turki dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19), satu di antaranya meninggal. Ilustrasi pasien virus corona. (AP/Jean-Francois Badias)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga warga Indonesia di Turki dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19), satu di antaranya meninggal.

Duta Besar RI untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan WNI yang meninggal tersebut berinisial SN. Perempuan itu dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (12/4).


"WNI berinisial SN meninggal dunia pd tanggal 12 April 2020 krn Covid-19. Almarhumah baru tiba di Turki pada Maret lalu mengikuti suami," kata Iqbal melalui keterangan tertulis, Senin (13/4).


Iqbal menuturkan SN berasal dari Jakarta. Meski begitu, Iqbal tak menjelaskan apakah jenazah SN akan dipulangkan atau disemayamkan di Turki.


Menurut dia, satu WNI positif corona dalam keadaan stabil, sementara satu orang lainnya telah dinyatakan sembuh.

Berdasarkan data Kemlu RI per hari ini total ada 374 WNI di luar negeri yang dinyatakan positif corona. Sebanyak 13 WNI dinyatakan meninggal akibat terinfeksi Covid-19.

Belasan WNI meninggal itu terdiri dari empat orang di Amerika Serikat, tiga orang di Belanda, dua orang di Malaysia, dua orang di Singapura, serta masing-masing satu orang di Inggris dan Turki.
Tiga WNI di Turki Positif Corona, Satu Orang MeninggalFoto: CNN Indonesia/Fajrian

Dari 374 WNI positif corona di luar negeri, sebanyak 57 di antaranya telah dinyatakan sembuh. Hingga kini, WNI anak buah kapal pesiar menjadi yang paling banyak terpapar corona yakni sebanyak 101 orang.

Pada Kamis (9/4), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut ada 17.769 WNI ABK yang bekerja pada 122 kapal pesiar.

Kata dia, per Kamis pekan kemarin sudah ada 5.986 WNI ABK yang kembali pulang ke Indonesia lantaran operasional kapal pesiar mereka dihentikan sementara dalam situasi wabah corona ini.


Meski begitu, Retno menyatakan tidak seluruh ABK WNI akan pulang ke Indonesia karena sebagian dari mereka ada yang tetap melanjutkan pekerjaan. (rds/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK