Mnangagwa mengancam akan menjatuhi hukuman penjara 20 tahun bagi penyebar hoaks yang menyertai jiplakan tanda tangannya. Dalam pernyataannya di media penyiaran publik ZBC, ia membantah kabar yang beradar di media sosial pekan lalu dan menyebut hal itu adalah palsu.
"Ini tentu sangat tidak masuk akal, saya tidak pernah membuat pernyataan semacam itu," ujar Mnangagwa, Selasa (14/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Zimbabwe Lockdown 21 Hari Imbas Corona |
Rencananya pekan ini Mnangagwa akan melakukan pertemuan dengan anggota kabinet untuk memutuskan kemungkinan mencabut, menyesuaikan, atau memperpanjang lockdown.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Mnangagwa pada 30 Maret lalu mengumumkan lockdown Zimbabwe dalam skala nasional selama 21 hari untuk mencegah penyebaran virus corona.
Semua warga diharuskan untuk tetap di luar rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, kecuali untuk urusan penting terkait layanan kesehatan atau membeli kebutuhan pokok. Polisi dan tentara diterjunkan untuk menegakkan peraturan tersebut.
Juru bicara Kepolisian Nasional Zimbabwe Paul Nyathi mengatakan lebih dari 5.000 orang telah ditahan karena ke luar rumah tanpa mengantongi izin.
Menurut data John Hopkins University hingga saat ini Zimbabwe memiliki 18 kasus virus corona dengan tiga kematian. (anadolu/evn)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian