"Kami meyakini ada 22 korban, termasuk seorang pemuda berusia 17 tahun," demikian pernyataan Kepolisian Kanada, seperti dilansir CNN, Rabu (22/4).
Kepolisian Kanada menyatakan pelaku penembakan, Gabriel Wortman, beraksi dengan cara menyamar sebagai polisi dan memberhentikan sejumlah kendaraan dan menembak mati pengemudi dan penumpang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi Gabriel berakhir setelah tubuhnya ditembus timah panas dalam aksi tembak menembak dengan aparat kepolisian.
Selain melakukan penembakan, Gabriel juga membakar lima bangunan dalam aksinya.
Para korban penembakan tersebut di antaranya adalah seorang polisi bernama Heidi Stevenson, seorang guru sekolah dasar Lisa McCully.
Aksi Gabriel bermula di Kota Portapique, Cobequid Bay, pada Sabtu (18/4) pekan lalu sekitar pukul 22.30 waktu setempat. Saat itu polisi mendapat laporan masyarakat tentang suara letusan senjata api.
Mereka bergegas mendatangi lokasi dan mendapatkan sejumlah orang tergeletak tak bernyawa di dalam dan depan rumah.
Menurut laporan polisi, Gabriel adalah seorang montir yang terampil. Dia juga sempat membeli dua mobil patroli bekas.
Aksi keji itu diduga dipicu keributan di rumah pelaku. Dia lantas menembak dua orang di rumah itu dan lari.
Sepanjang perjalanan, Gabriel memberhentikan sejumlah pengemudi dan menembak mati mereka. Dia sempat terlibat tabrakan dan meninggalkan kendaraannya, kemudian membajak mobil milik orang lain.
(AP/Tim Krochak) |
"Terkait pengendalian senjata api, kami berjanji akan mengangkatnya dalam kampanye dan akan tetap maju untuk memastikan kita semakin memperketat pengendalian senjata di negara ini," kata Trudeau. (ayp/ayp)
(AP/Tim Krochak)