Pedemo Hong Kong Tetap Gelar Aksi Hari Buruh di Tengah Corona

CNN Indonesia | Jumat, 01/05/2020 11:20 WIB
A security guard (L) holds up a sign reminding people not to gather in groups of four and to observe social distancing measures next to a pro-democracy supporter (R) holding up a placard as people gather at a shopping mall during a Lunch With You rally in Hong Kong on April 29, 2020. - After four months of calm, protests are cropping up in Hong Kong once more, even as the city hunkers down to beat the COVID-19 coronavirus pandemic. (Photo by Anthony WALLACE / AFP) Demonstran pro-demokrasi Hong Kong tetap berencana menggelar aksi Hari Buruh meski pemerintah melarang perkumpulan massa demi mencegah penyebaran virus corona. (AFP/Anthony Wallace)
Jakarta, CNN Indonesia -- Demonstran pro-demokrasi Hong Kong tetap berencana menggelar aksi di Hari Buruh pada Jumat (1/5) meski pemerintah melarang perkumpulan massal demi mencegah penyebaran virus corona.

Melalui berbagai jejaring sosial, sejumlah serikat pro-demokrasi menyerukan agar anggotanya berkumpul untuk meneriakkan slogan-slogan andalan di sekitar rumah mereka sendiri pada Jumat sore.

Pemerintah Hong Kong sendiri sudah melarang perkumpulan lebih dari empat orang sebagai upaya mencegah penularan penyakit akibat virus corona atau Covid-19.
Tak hilang akal, serikat-serikat pro-demokrasi ini meminta para demonstran untuk membagi diri menjadi kelompok-kelompok kecil berjumlah empat orang.


Masing-masing kelompok harus memastikan tiap anggotanya menjaga jarak setidaknya 1,5 meter, seperti yang mereka lakukan dalam sejumlah aksi di mal pada akhir pekan lalu.

Meski kepolisian Hong Kong selalu membubarkan aksi-aksi sebelumnya, para demonstran tetap berkeras bakal turun ke jalan.

"Saya rasa pemerintah menggunakan upaya anti-pandemi untuk menekan rakyat dan pergerakan massa," ujar seorang demonstran, John Li, kepada AFP.
Ia kemudian berkata, "Saya sebenarnya lebih memilih ikut demonstrasi yang sudah mendapatkan izin dari kepolisian, tapi jika kesempatannya sudah nol, saya akan nekat."

Sejumlah pengamat menganggap ketakutan warga Hong Kong akan penyebaran virus corona memang sudah berkurang.

Tiga bulan lalu, mereka panik membeli masker karena Covid-19 mulai menyebar dari China. Ketakutan berangsur berkurang karena petugas kesehatan dianggap berhasil menekan laju penularan Covid-19.

[Gambas:Video CNN]

Sejak wabah pertama kali merebak, Hong Kong melaporkan 1.000 kasus infeksi virus corona, empat di antaranya meninggal dunia.

Dalam lima hari belakangan, kawasan berpopulasi tujuh juta jiwa itu bahkan tak melaporkan satu pun kasus corona baru.

Pemerintah pun mulai mempertimbangkan melonggarkan sejumlah aturan yang dibuat untuk mencegah penyebaran virus corona.

Namun, para pengamat menilai pelonggaran aturan ini akan mengobarkan kembali semangat demonstran pro-demokrasi untuk menuntut pemisahan diri dari China. (has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK