Tanzania Kecam Alat Tes karena Pepaya-Kambing Positif Corona

CNN Indonesia | Selasa, 05/05/2020 10:55 WIB
Petugas medis menunjukkan alat swab spesimen saat swab test secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (LABKESDA) Kota Tangerang, Banten, Senin (6/4/2020). Berdasarkan data pemerintah hingga Senin (6/4/2020) terkonfirmasi positif COVID-19 di Banten mencapai 187 kasus. ANTARA FOTO/Fauzan/wsj. Ilustrasi tenaga medis memegang alat tes virus corona. (ANTARA FOTO/FAUZAN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Tanzania John Magufuli menyalahkan alat tes virus corona impor karena menunjukkan hasil positif pada sampel yang diambil dari kambing dan pepaya.
 
Dikutip dari Aljazeera, dalam sebuah acara di Chato di barat laut Tanzania pada hari Minggu, Magufuli mengatakan ada kesalahan teknis dengan tes itu.

Dia mengaku telah memerintahkan pasukan keamanan Tanzania untuk memeriksa kualitas alat tes. Mereka mendapatkan beberapa sampel acak dari sumber non-manusia termasuk pepaya, kambing, dan domba.

 
Sampel-sampel ini kemudian diserahkan ke laboratorium Tanzania untuk diuji kebenarannya oleh teknisi lab yang sebelumnya sengaja tidak diberitahu.
 
Magufuli mengatakan beberapa orang yang dites dan dinyatakan positif kemungkinan tidak terinfeksi virus, karena menurut sampel itu pepaya dan kambing pun dinyatakan positif Covid-19.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian
 
"Ada sesuatu yang terjadi. Saya katakan sebelumnya kita seharusnya tidak menerima setiap bantuan yang dimaksudkan untuk kebaikan bagi bangsa ini," kata Magufuli seraya menambahkan bahwa alat tes itu harus diselidiki.
 
Pemerintah Tanzania sempat menuai kritik dari masyarakat karena merahasiakan wabah virus corona dan sebelumnya meminta masyarakat berdoa agar virus itu pergi.


 
Pada hari Sabtu, Magufuli mengumumkan bahwa ia telah memesan obat herbal untuk pasien virus corona yang digembar-gemborkan oleh Presiden Madagaskar.
 
"Saya sudah menulis surat kepada Presiden Madagaskar dan kami akan segera mengirimkan sebuah pesawat untuk mengambil obat, sehingga Tanzania juga mendapatkan manfaat obatnya," kata dia.
 
Obat herbal yang disebut Covid Organics ini disiapkan oleh Institut Malagasi untuk Penelitian Terapan, dibuat dari tanaman Artemisia yang dibudidayakan di pulau Samudra Hindia di Madagaskar.

 
Meskipun kurang bukti ilmiah, Presiden Madagaskar Andry Rajoelina mengklaim bahwa obat ini telah menyembuhkan beberapa orang positif Covid-19 di Madagaskar. (ans/dea)

[Gambas:Video CNN]