"Sentimen anti-asing telah meningkat secara daring dan di jalanan, teori konspirasi anti-Semit (Yahudi) menyebar, dan serangan anti-Muslim terkait Covid-19 telah terjadi," kata Guterres dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir AFP, Jumat (8/5).
Menurut Guterres, para migran dan pengungsi difitnah sebagai sumber virus corona dan ditolak untuk mendapatkan akses perawatan medis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wartawan, pelapor kasus, profesional kesehatan, pekerja bantuan, dan pembela HAM juga menjadi sasaran hanya karena melakukan pekerjaan mereka," kata Guterres.
Guterres mengimbau upaya habis-habisan untuk mengakhiri ujaran kebencian secara global dan memilih lembaga pendidikan untuk mengajarkan literasi digital kepada para pemuda.
Guterres juga meminta media, terutama media sosial, berupaya lebih untuk menandai dan menghapus ujaran rasis, misoginis (anti-perempuan) dan konten berbahaya lainnya. (ayp/ans/ayp)