Kasus Corona Pertama di Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh
CNN Indonesia
Jumat, 15 Mei 2020 07:07 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Laporan infeksi virus corona pertama dilaporkan menimpa seorang penghuni kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh. Koordinator kesehatan setempat, Abu Toha Bhuiyan mengatakan seorang laki-laki dinyatakan positif terinfeksi corona pada Kamis (14/5).
Bhuyan mengatakan awalnya dua orang tersebut telah dikucilkan oleh penghuni lain di kamp Bazar Cox.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemudian mengonfirmasi seorang laki-laki penghuni kamp dan seorang laki-laki lokal yang tinggal di dekat kamp positif terinfeksi corona. Keduanya saat ini menjalani perawatan di sebuah klinik di area kamp pengungsian.
"Satu pasien corona berasal dari kamp pengungsi dan satu lain dari warga lokal di sekitarnya," ujar juru bicara WHO Catalin Bercaru kepada AFP.
Bercaru mengatakan tim investigasi WHO saat ini sedang dikerahkan untuk menindaklanjuti perawatan dan penelusuran penularan virus terhadap kedua pasien. WHO juga akan melacak kontak pasien untuk keperluan karantina dan pengujian virus.
Sementara itu pemerintah setempat mengatakan telah mengambil langkah-langkah pencegahan dan meningkatkan pengetesan virus terhadap penghuni kamp.
Penyebaran virus corona di kamp pengungsian telah lama diperingatkan oleh sejumlah pakar kesehatan. Terlebih lokasi kamp pengungsi yang kumuh, sempit, dan mayoritas merupakan gubuk permanen.
Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di kamp pengungsi Rohingya, pihak berwenang sejak April lalu telah mengunci akses di distrik Bazar Cox dan sekitarnya. Sekitar 3,4 juta orang, termasuk pengungsi Rohingya dikhawatirkan terpapar Covid-19.
Tak hanya itu, pemerintah Bangladesh juga secara ketat membatasi akses keluar dan masuk kamp. Selain itu organisasi sosial juga diminta untuk mengurangi 80 persen waktu kunjungan ke para pengungsi.
Larangan akses internet di kamp pengungsi yang diberlakukan sejak September disebut telah memperburuk informasi terkait corona.
Bangladesh sendiri mengonfirmasi kasus corona pertama pada awal Maret lalu, hingga kini tercatat ada 18.863 dengan 283 pasien meninggal dan 3.361 orang sembuh. Untuk menekan penularan corona, pemerintah Bangladesh telah memberlakukan lockdown nasional sejak 26 Maret lalu. (afp/evn)
[Gambas:Video CNN]
Bhuyan mengatakan awalnya dua orang tersebut telah dikucilkan oleh penghuni lain di kamp Bazar Cox.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemudian mengonfirmasi seorang laki-laki penghuni kamp dan seorang laki-laki lokal yang tinggal di dekat kamp positif terinfeksi corona. Keduanya saat ini menjalani perawatan di sebuah klinik di area kamp pengungsian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu pemerintah setempat mengatakan telah mengambil langkah-langkah pencegahan dan meningkatkan pengetesan virus terhadap penghuni kamp.
Foto: CNN Indonesia/FajrianInsert Artikel - Waspada Virus Corona |
Penyebaran virus corona di kamp pengungsian telah lama diperingatkan oleh sejumlah pakar kesehatan. Terlebih lokasi kamp pengungsi yang kumuh, sempit, dan mayoritas merupakan gubuk permanen.
Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di kamp pengungsi Rohingya, pihak berwenang sejak April lalu telah mengunci akses di distrik Bazar Cox dan sekitarnya. Sekitar 3,4 juta orang, termasuk pengungsi Rohingya dikhawatirkan terpapar Covid-19.
Larangan akses internet di kamp pengungsi yang diberlakukan sejak September disebut telah memperburuk informasi terkait corona.
Bangladesh sendiri mengonfirmasi kasus corona pertama pada awal Maret lalu, hingga kini tercatat ada 18.863 dengan 283 pasien meninggal dan 3.361 orang sembuh. Untuk menekan penularan corona, pemerintah Bangladesh telah memberlakukan lockdown nasional sejak 26 Maret lalu. (afp/evn)
[Gambas:Video CNN]
Foto: CNN Indonesia/Fajrian