Kim Jong-un Dikabarkan Ganti Kepala Badan Intelijen Korut

CNN Indonesia | Jumat, 15/05/2020 14:32 WIB
FILE - In this April 27, 2018, file photo, North Korean leader Kim Jong Un signs a guestbook next to his sister Kim Yo Jong, right, inside the Peace House at the border village of Panmunjom in Demilitarized Zone. With North Korea saying nothing so far about outside media reports that leader Kim Jong Un may be unwell, there’s renewed worry about who’s next in line to run a nuclear-armed country that’s been ruled by the same family for seven decades. (Korea Summit Press Pool via AP, File) Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un. (Foto: Korea Summit Press Pool via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Utara diyakini telah mengganti Kepala Badan Intelijen Utama Negara (RGB) dan Komandan Pengawal Tertinggi yang bertugas melindungi Pemimpin Tertinggi Kim Joung-un dan keluarganya.
 
Menurut Kementerian Unifikasi Korea, Letjen Rim Kwang-il dipromosikan sebagai Direktur Biro Umum Mata-mata Korea Utara menggantikan Jang Kil-song.

Mengutip Korea Herald, Rim juga ditunjuk sebagai anggota Komisi Militer Pusat dari Partai Buruh. Penunjukkan ini sekaligus menandai kenaikan pangkat Rim di Partai Buruh.

Belum diketahui alasan di balik penggantian Jang dari posisinya sebagai kepala badan intelijen.


Korea Utara melakukan penambahan pejabat baru dan perombakan kepemimpinan dengan mengganti generasi rezim.

Dominasi Kim Jong-un juga semakin ketat, ia menempatkan para pembantu utamanya ke jabatan-jabatan penting.

Infografis 10 Fakta Unik Kim Jong-UnFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
Infografis 10 Fakta Unik Kim Jong-Un

"Tahun lalu, sekitar 80 persen anggota politbiru diganti dan sembilan dari 11 anggota atau sekitar 82 persen Komisi Urusan Negara diganti," kata seorang pejabat kementerian yang enggan diungkap identitasnya.

"Ini (pergantian) menunjukkan pergeseran generasi dan (Kim) fokus pada perombakan personel berbasis kinerja. Dapat dilihat bahwa Kim juga memiliki kekuatan konsolidasi di negara tersebut."

Agen mata-mata Korea Utara diketahui berada di belakang beberapa serangan paling terkenal seperti spionase, operasi klandestin, dan perang siber. Serangan tersebut mencakup sebagian besar terjadi di Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat.

Seoul meyakini RGB menjadi pihak yang mengatur peluncuran roket yang menyerang kapal milik angkatan laut Korea Selatan, Cheonan pada 2010. Insiden tersebut menewaskan 46 tentara angkatan laut Korsel.

Pada saat kejadian, badan intelijen yang baru diinisiasi pada 2009 diketuai oleh jenderal militer garis keras dan mantan utusan nuklir Korea Utara, Kim Yong-chol. (ans/evn)

[Gambas:Video CNN]