100 Negara Desak WHO Investigasi Awal Mula Pandemi Corona

CNN Indonesia
Senin, 18 Mei 2020 16:15 WIB
Doctor Giovanni Passeri, right facing the camera, and his assistant Mariaconcetta Terracina, left facing the camera, take over from their colleagues finishing their shift in one of the wards of the COVID-19 section of the Ospedale Maggiore hospital in Parma, northern Italy, Wednesday, April 8, 2020. Doctors and nurses are family to the isolated victims of the pandemic, often their only link with the external world. (AP Photo/Domenico Stinellis) Ilustrasi tenaga medis yang menangani pasien virus corona. (AP Photo/Domenico Stinellis)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lebih dari 100 negara mengusulkan rancangan resolusi yang menyerukan penyelidikan independen terhadap awal mula pandemi virus corona kepada WHO.

Resolusi itu akan disampaikan kepada WHO dalam Sidang Kesehatan Dunia ke-73 yang diadakan hari ini dan besok.

Resolusi ini mendapat dukungan internasional dari negara-negara seperti Australia, India, Selandia Baru, Rusia, Inggris, juga negara anggota Uni Eropa.



Negara-negara anggota menyerukan WHO untuk memulai proses penyelidikan bertahap yang tidak memihak, independen, dan komprehensif, termasuk menggunakan mekanisme-mekanisme penyelidikan yang sudah ada. 

"Mengakui kebutuhan semua negara untuk memiliki akses yang tepat waktu terhadap diagnostik, terapi, obat-obatan, dan vaksin yang berkualitas, aman, berkhasiat, dan terjangkau. Serta teknologi kesehatan yang esensial juga komponen peralatan untuk menanggapi Covid-19," tulis sebagian isi resolusi itu.

Dilansir dari CNN, Amerika Serikat tidak ikut ambil bagian dalam penandatanganan proposal resolusi itu.

Kepada ABC, sumber pemerintah Australia mengatakan resolusi tersebut cukup kuat untuk memastikan dilakukan penyelidikan yang tepat dan menyeluruh terkait pandemi Covid-19.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian

Draf resolusi itu tidak secara khusus menyebutkan China atau Beijing. Tetapi China telah menghadapi peningkatan pengawasan internasional atas penanganan awal terhadap wabah Covid-19.

Beijing sebelumnya mengatakan hanya akan mendukung penyelidikan yang dilakukan oleh WHO.

"Kami terbuka, transparan, tidak ada yang disembunyikan, kami tidak perlu takut. Kami menyambut tinjauan internasional yang independen, tapi harus diatur oleh WHO," kata Duta Besar China untuk Inggris, Loi Xiaoming pekan lalu.


Pada bulan April, Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne menyerukan penyelidikan independen terhadap penyebaran Covid-19 dan mengatakan masalah transparansi China.

China berulang kali membantah tuduhan menutup-nutupi penyebaran awal virus corona dan menunda rilis informasi tentang pandemi itu. Pejabat China menyebut ide penyelidikan independen ini berpeluang ditunggangi oleh kepentingan politik.


Tiongkok juga membalas AS dengan menyebut bahwa tudingan kepada China merupakan pengalih kesalahan akibat buruknya penanganan Negeri Paman Sam terhadap wabah Covid-19. (ans/dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER