Gempa Magnitudo 5 Guncang China, 4 Tewas dan Puluhan Luka
CNN Indonesia
Selasa, 19 Mei 2020 15:03 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Gempa bumi magnitudo 5 mengguncang wilayah Qiaojia, Provinsi Yunnan, China pada Senin (18/5) sekitar pukul 9.47 malam. Pusat Gempa Bumi China melaporkan pusat gempa berada di kedalaman relatif dangkal yakni sekitar 8 kilometer.
Dilaporkan empat orang tewas dan sekitar 23 orang luka-luka akibat guncangan gempa.
Mengutip Associated Press, warga setempat melaporkan guncangan gempa mengakibatkan sebuah rumah ambruk. Gempa bumi dangkal cenderung menyebabkan kerusakan pada bangunan dan infrastruktur lebih parah.
Sementara Pusat Geologi Amerika Serikat mencatat pusat gempa bermagnitudo 4,5 berada di kedalaman 10 kilometer di Yunnan. Perbedaan data biasa terjadi mengingat jarak pusat gempa.
Kantor berita negara Xinhua melaporkan tim penyelamat termasuk petugas kebakaran telah diterjunkan ke 16 kota di Provinsi Yunnan untuk membantu proses evakuasi.
Provinsi Yunna yang berada di dekat lereng timur dataran tinggi Tibet kerap dilanda gempa bumi.
China sempat diguncang gempa bumi terparah pada 2008 lalu yang mengguncang Provinsi Sichuan, sebelah utara Yunnan. Gempa bermagnitudo 7,9 itu menyebabkan 87 ribu orang, bangunan rusak, dan ribuan orang hilang. (ap/evn)
[Gambas:Video CNN]
Dilaporkan empat orang tewas dan sekitar 23 orang luka-luka akibat guncangan gempa.
Mengutip Associated Press, warga setempat melaporkan guncangan gempa mengakibatkan sebuah rumah ambruk. Gempa bumi dangkal cenderung menyebabkan kerusakan pada bangunan dan infrastruktur lebih parah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kantor berita negara Xinhua melaporkan tim penyelamat termasuk petugas kebakaran telah diterjunkan ke 16 kota di Provinsi Yunnan untuk membantu proses evakuasi.
Provinsi Yunna yang berada di dekat lereng timur dataran tinggi Tibet kerap dilanda gempa bumi.
China sempat diguncang gempa bumi terparah pada 2008 lalu yang mengguncang Provinsi Sichuan, sebelah utara Yunnan. Gempa bermagnitudo 7,9 itu menyebabkan 87 ribu orang, bangunan rusak, dan ribuan orang hilang. (ap/evn)
[Gambas:Video CNN]