31 Persen Korban Jiwa Corona di Brasil Berusia di Bawah 60

CNN Indonesia | Jumat, 22/05/2020 12:10 WIB
In this Monday, March 30, 2020 photo, medical personnel interview commuters, checking to see if they have symptoms of the novel cornavirus, in Guarulhos, on the outskirts of Sao Paulo, Brazil. (AP Photo/Andre Penner) Ilustrasi virus corona di Brasil. (AP/Andre Penner)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kematian warga berusia muda akibat virus corona paling tinggi di Brasil daripada negara-negara lain yang juga terdampak pandemi virus corona.

Brasil kini menempati posisi ketiga dengan kasus positif tertinggi di bawah Amerika Serikat dan Rusia. Berdasarkan data Worldometers pada Jumat (22/5), tercatat 310.921 kasus positif dan 20.082 meninggal dunia.

Dilansir AFP, kabar ini menimbulkan tanda tanya terkait gagasan bahwa orang tua lebih rentan terserang virus corona. Di Brasil, korban kasus corona memang masih didominasi warga berusia 60 tahun ke atas yaitu 69 persen dari total korban jiwa.


Namun, persentase ini sangat jauh jika dibandingkan dengan 95 persen warga berusia 60 tahun ke atas korban corona di Spanyol dan Italia mengacu data yang ada.

Persentase ini juga dipengaruhi hanya 13,6 persen populasi di Brasil berusia 60 tahun ke atas. Jumlah itu jauh lebih kecil dibandingkan persentase warga berusia 60 tahun ke atas di Spanyol (25 persen) dan Italia (28 persen).

Namun, banyaknya warga berusia muda yang meninggal karena corona bukan hanya disebabkan faktor demografi. Hal ini juga dikarenakan faktor ekonomi dan tuntutan untuk tetap bekerja saat pandemi covid-19.

"Normal kasus di bawah 60 tahun tinggi karena faktor populasi di Brasil. Namun, ini juga karena orang-orang tersebut kurang mengikuti anjuran tetap tinggal di rumah," kata Mauro Sanchez, ahli epidemiologi di University of Brasilia.

"Mereka lebih terekspos. Mereka mengekspos diri mereka karena mereka tidak punya pilihan [untuk tetap bekerja]."

Hingga pekan ini, jumlah orang meninggal di bawah usia 60 tahun karena covid-19 naik menjadi 31 persen di Brasil. Para peneliti di Brasil juga memperkirakan 3,6 juta orang telah positif corona dan angka ini 10 kali lipat lebih tinggi dari data resmi yang dikeluarkan pemerintah.

Masih menurut mereka, diperkirakan kelompok usia yang paling banyak terinfeksi adalah mereka yang berusia 20 hingga 29 tahun dan 30-39 tahun.

Angka dua kelompok umur yang terinfeksi itu masing-masing lebih dari 580 ribu orang. Angka ini dua kali lipat lebih banyak dari mereka yang berusia 60-69 tahun.

"Statistiknya mengkhawatirkan karena dapat dilihat kaum muda tidak mengikuti anjuran pencegahan yang diperlukan," ucap Patricio Cant, ahli paru di National School of Public Health.

Mayoritas warga miskin di Brasil memilih untuk tetap bekerja di tengah pandemi virus corona. Warga miskin di sana bekerja di sektor informal seperti menjadi pembantu rumah tangga, pengasuh anak, dan pekerjaan lain yang hanya bisa dilakukan dengan meninggalkan rumah.

(jal/vws)

[Gambas:Video CNN]