Cuma Pakai Bikini di Balik APD, Perawat di Rusia Disanksi

CNN Indonesia | Kamis, 21/05/2020 19:24 WIB
Biologist doctor Caroline Gutsmuth gives a phone call in medical biology laboratory who opened a coronavirus drive-thru testing site, in Neuilly-sur-Seine, near Paris, Monday, March 23, 2020. French President Emmanuel Macron urged employees to keep working in supermarkets, production sites and other businesses that need to keep running amid stringent restrictions of movement due to the rapid spreading of the new coronavirus in the country. For most people, the new coronavirus causes only mild or moderate symptoms. For some it can cause more severe illness, especially in older adults and people with existing health problems. (AP Photo/Christophe Ena) Ilustrasi tenaga medis yang menangani virus corona. (AP/Christophe Ena)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang perawat yang bekerja di sebuah rumah sakit di Tula, Rusia dijatuhi sanksi disiplin lantaran mengenakan bikini di balik pakaian Alat Pelindung Diri (APD) transparan.

Dilansir dari Malaymail, Kamis (21/5) perawat itu mengenakan bikini berbalut APD di ruang pasien Covid-19 khusus pria.

Dari foto yang beredar, perawat yang tak disebutkan namanya itu terlihat mengenakan bikini di balik APD transparan saat merawat pasien. Perawat itu lengkap mengenakan kacamata pelindung dan sarung tangan.



Fotonya pun dengan cepat viral setelah seorang pasien lanjut usia yang menjadi latar belakang dalam foto itu terlihat menatap si perawat. 

Berdasarkan laporan situs berita lokal, tak ada keluhan dari pasien terhadap perawat tersebut. Namun kepala rumah sakit merasa tak senang dan menjatuhkan sanksi pada perawat itu karena melanggar persyaratan untuk pakaian medis.

Foto: CNN Indonesia/Fajrian

Perawat berusia 20-an tahun itu beralasan kepada atasannya bahwa terlalu panas untuk mengenakan seragam perawat di balik APD. Perawat itu juga mengaku tak sadar bahwa APD yang dikenakan ternyata sangat transparan.

Sementara sumber yang membagikan foto tersebut menyatakan, tidak ada pasien di ruangan itu yang keberatan. Namun ia mengakui bahwa para pasien tak dapat menahan untuk tak melihat ke arah perawat tersebut.

Perawat sendiri belum menjelaskan lebih lanjut atas insiden tersebut dan sanksi disiplin yang dijatuhkan.


Meski insiden itu dianggap tak pantas oleh otoritas setempat, perawat itu menerima pujian di media sosial atas dedikasinya melawan pandemi Covid-19.

Sejumlah pengguna Twitter menyatakan dukungan dan memuji selera humor perawat itu dalam menghadapi masa sulit di tengah pandemi.  

"Itu adalah terapi emosional yang tidak terlalu buruk di masa pandemi," ucap seorang pengguna Twitter.


"Mengapa menghukum perawat? Anda harus memberi hadiah padanya. Melihat pakaian ini, tidak ada yang mau mati," cuit pengguna Twitter lainnya. (psp/dea)

[Gambas:Video CNN]