80 Jenazah Ditemukan di Lokasi Pesawat Pakistan yang Jatuh

CNN Indonesia | Sabtu, 23/05/2020 07:33 WIB
Soldiers and volunteers collect dead bodies at the site of a crash in Karachi, Pakistan, Friday, May 22, 2020. An aviation official says a passenger plane belonging to state-run Pakistan International Airlines carrying more than 100 passengers and crew has crashed near the southern port city of Karachi. (AP Photo/Fareed Khan) Proses evakuasi di lokasi pesawat jatuh di Karachi, Pakistan. (AP/Fareed Khan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Petugas penyelamat Pakistan mengevakuasi 80 jenazah dari lokasi kecelakaan pesawat Airbus A320 yang dioperasikan maskapai Pakistan International Airlines (PIA) yang jatuh di Karachi, pada Jumat (22/5) kemarin.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (24/5), menurut petugas forensik di Karachi, sampai saat ini mereka berhasil mengidentifikasi 17 jasad.


Pesawat nahas dengan nomor penerbangan PK8303 tercatat mengangkut 91 penumpang dan 8 awak.


"Upaya evakuasi akan terus dilakukan sampai seluruh jenazah berhasil ditemukan. Sampai saat ini ada 80 jenazah yang ditemukan di lokasi kejadian," kata Direktur Utama PIA, Arshad Mahmood Malik.

Malik menyatakan satu-satunya penumpang yang selamat adalah Presiden Bank Punjab, Zafar Masud.

Menurut seorang pemadam kebakaran yang ikut melakukan evakuasi, Sarfraz Ahmed, badan dan hidung pesawat rusak berat akibat jatuh di kawasan pemukiman padat penduduk Lembah Model.

Dilaporkan para penumpang adalah penduduk yang melakukan perjalanan pulang kampung (mudik) menjelang hari raya Idul Fitri.


Malik mengatakan saat terbang pesawat tersebut dalam kondisi layak. Sang pilot, Sajjad Gull, dilaporkan adalah salah satu pilot senior dan berpengalaman.

Akan tetapi, Gull dilaporkan sempat melakukan beberapa upaya pendaratan. Dalam percobaan kedua pesawat jatuh sebelum mencapai landasan Bandara Internasional Jinnah.

Menurut laporan, pilot sempat menyampaikan pesan darurat kepada petugas menara lalu-lintas udara dan tidak lama kemudian hilang dari pantauan radar. Diduga terjadi kerusakan mesin ketika hendak mendarat.

Seperti dilansir Associated Press, pesawat nahas tersebut sempat digunakan oleh maskapai China Eastern Airlines pada 2004 sampai 2014. PIA lantas menyewa burung besi itu dari perusahaan GE Capital Aviation Services.

[Gambas:Video CNN]

Menurut catatan, pesawat tersebut sudah menempuh 47.100 jam terbang. Ketika digunakan PIA tercatat pesawat yang dibekali mesin CFM56-5B4 tersebut sudah 25.860 kali terbang.

Airbus sebagai produsen menyatakan akan membantu proses penyelidikan di Prancis dan Pakistan. (ayp/ayp)