Peningkatan tajam jumlah kasus Covid-19 membuat Brasil menyalip Rusia yang kini memiliki 326.448 kasus. Sementara itu, Amerika Serikat masih negara paling terdampak corona dengan lebih dari 1,5 juta kasus, berdasarkan data Johns Hopkins University.
Lihat juga:Brasil Catat 20 Ribu Kematian karena Corona |
Namun, melansir CNN, Presiden Brasil Jair Bolsonaro terus mengabaikan ancaman virus corona. Ia bahkan menyatakan karantina dan lockdown hanya berdampak buruk pada perekonomian Brasil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut membuat Gubernur Sao Paulo Joao Doria kerap berselisih pendapat dengan presiden terkait penanganan wabah virus corona. Ia menyatakan saat ini harus memerangi virus corona dan 'virus Bolsonaro'.
Sao Paulo menjadi kawasan yang paling terdampak Covid-19. Sekitar seperempat jumlah total kematian dan infeksi di Brasil berada di sana.
Rumah sakit di Sao Paulo, Rio de Janeiro, dan beberapa negara bagian di utara dan timur laut Brasil hampir hancur. Pemerintah setempat terus berupaya membangun rumah sakit darurat dengan kapasitas yang lebih besar dalam waktu cepat.
Namun Bolsonaro terus membandingkan virus corona dengan flu dan menggantungkan harapan pada obat anti-malaria untuk menghentikan pandemi tersebut. (chri/vws)